SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Kondisi jalan di kawasan perbukitan yang memiliki kemiringan ekstrem terus menjadi prioritas penanganan demi keselamatan pengguna jalan. Fokus utama saat ini menyasar ruas Ciherang-Kareumbi, khususnya di tanjakan Cilayung yang merupakan akses vital penghubung Desa Margalaksana dan Desa Mekarrahayu, Minggu (19/4/2026).
Tingginya aktivitas masyarakat di jalur pegunungan ini menuntut kondisi aspal yang prima. Namun, cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi memaksa pemerintah melakukan langkah penanganan darurat agar jalur tersebut tetap aman untuk dilalui kendaraan.
Baca Juga: 122 Atlet Adu Bakat dalam Turnamen Boxing Bupati Cup Sumedang 2026
Aparat pemerintah bersama warga setempat bahu-membahu memperbaiki kondisi jalan yang membahayakan secara gotong royong. Langkah kolaboratif ini menjadi solusi sementara sembari menunggu pelaksanaan perbaikan permanen yang telah direncanakan oleh pemerintah daerah.
Menunggu Proses Anggaran dan Cuaca
Kepala Dinas PUTR Sumedang, Andri Indra, menjelaskan bahwa pihaknya telah menganggarkan dana perbaikan jalan tersebut untuk tahun ini. Namun, tingginya curah hujan saat ini masih menghambat proses pengerjaan di lapangan secara menyeluruh.
“Kami sudah menganggarkan perbaikan jalan ini tahun sekarang. Karena kondisi tanjakan ini cukup membahayakan, Dinas PUTR bersama warga, Pemerintah Kecamatan Sumedang Selatan, dan pemerintah desa berinisiatif melakukan perbaikan sementara sebelum pengerjaan permanen mulai berjalan,” ujar Andri Indra.
Andri menambahkan bahwa proses perbaikan ini berlangsung secara bertahap. Pada tahun lalu, pemerintah telah menuntaskan perbaikan sebagian ruas dari arah Desa Margalaksana.
Melanjutkan Perbaikan Tahun Sebelumnya
Untuk tahun ini, Dinas PUTR memfokuskan pengerjaan lanjutan ke arah Desa Mekarrahayu, termasuk pada turunan Cilayung yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kondisi turunan yang curam menjadi perhatian khusus karena banyak warga yang menggunakan sepeda motor melintasi jalur tersebut setiap harinya.
“Tahun lalu kami sudah memperbaiki sebagian jalan dari arah Margalaksana, dan tahun ini pengerjaan berlanjut ke turunan Cilayung. Melalui perbaikan sementara ini, kami ingin memastikan jalan tetap aman dilalui sebelum pengaspalan permanen kami laksanakan sesuai jadwal,” tambahnya.
Melalui aksi gotong royong ini, warga berharap risiko kecelakaan di jalur ekstrem tersebut dapat ditekan seminimal mungkin hingga proses revitalisasi jalan tuntas secara menyeluruh sesuai rencana anggaran pemerintah.
(Jingga Sonjaya)



