spot_imgspot_img
Selasa 14 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 11

Polres Ciamis Intensifkan Patroli KRYD, Cegah C3, Premanisme hingga Balap Liar

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Personel Kepolisian Polres Ciamis saat melaksanakan KRYD

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Polres Ciamis mengintensifkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai bentuk nyata komitmen Kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, menyampaikan penegasan tersebut melalui Wakapolres Ciamis, Kompol Sujana, Minggu (12/7/2026).

Sujana menjelaskan bahwa kehadiran personel Kepolisian di lapangan bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas sejak dini. Langkah ini sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan serta memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara aman dan nyaman, terutama pada malam hari.

Baca Juga: Fenomena Langka, Empat Lutung Muncul di Desa Cikupa Ciamis

“Kegiatan yang dilaksanakan itu sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi tindak pidana C3 (Curat, Curas dan Curanmor), premanisme, geng motor, balap liar,” katanya.

Sujana menuturkan, selain mengantisipasi tindak pidana C3, kegiatan rutin ini juga menyasar pencegahan penyalahgunaan minuman keras. Kemudian juga mencegah peredaran narkoba, serta berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Ciamis.

“Pelaksanaan KRYD merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat,” ucap Sujana.

Ia menambahkan, personel gabungan menyusuri sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat maupun titik rawan gangguan kamtibmas. Rute patroli malam tersebut meliputi Alun-alun Ciamis, kawasan Islamic Center, Venue BMX, Terminal Ciamis beserta kawasan ruko, hingga Stadion Galuh Ciamis.

“Selama patroli personel kami melakukan pemantauan situasi. Kemudian memberikan imbauan kepada masyarakat dan kelompok pemuda yang masih berkumpul agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. Serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah,” jelasnya.

Sujana memaparkan bahwa hasil patroli menunjukkan situasi wilayah hukum Polres Ciamis berada dalam keadaan aman dan kondusif. Selama kegiatan berlangsung, petugas di lapangan tidak menemukan adanya tindak pidana kriminalitas maupun penyakit masyarakat yang berpotensi memicu konflik.

“Kondisi itu menjadi indikator bahwa upaya preventif yang Polres Ciamis lakukan berjalan efektif. Tentunya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkas Sujana.

(Husen Maharaja)

Penyuluh Pertanian Depok Ungkap Pentingnya Menanam Cabai bagi Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ratujaya, Dip Pramudya (tengah), saat kegiatan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabe) di RW 01 Kampung Rawageni, Kelurahan Ratujaya, beberapa waktu lalu.

DEPOK,FOKUSJabar.id: Masyarakat selama ini mengenal cabai sebagai salah satu bahan utama dalam berbagai masakan Nusantara. Meski memiliki ukuran kecil, komoditas pedas ini ternyata memikul peran yang jauh lebih besar daripada sekadar pelengkap sambal di meja makan.

Di balik tingginya kebutuhan konsumsi harian, masyarakat sebenarnya bisa meraup berbagai manfaat besar apabila mulai membudidayakan cabai secara mandiri. Selain membantu mengamankan kebutuhan pangan keluarga, cabai juga mengantongi nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Baca Juga: Densus 88 Geledah Kontrakan Terduga Pelaku Ledakan di Dadaha Tasikmalaya, Amankan Sejumlah Barang Bukti

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ratujaya, Dip Pramudya, menyuarakan pesan penting tersebut saat memberikan penyuluhan dalam kegiatan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabe) di RW 01 Kampung Rawageni, Kelurahan Ratujaya, Depok.

Dip menjelaskan, cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memegang pengaruh sangat kuat terhadap laju inflasi. Tingginya angka konsumsi masyarakat membuat fluktuasi harga cabai sering kali mengguncang kondisi ekonomi secara lebih luas.

“Kenapa kita harus semangat menanam cabai? Karena cabai itu satu-satunya tanaman sayuran yang menyumbang inflasi. Jadi ketika harganya naik, harga-harga yang lain ikut terdampak. Karena itu, kalau masyarakat menanam cabai sendiri, paling tidak tidak perlu lagi membeli untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya, Minggu (12/7/2026).

Menurut Dip, warga tidak hanya memetik manfaat menanam cabai saat harga di pasaran sedang melambung tinggi. Ketika panen berlangsung sukses dan menghasilkan buah yang melimpah, warga bisa memanfaatkan cabai sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Menghemat Peneluaran Rumah Tangga

Bahkan jika warga memilih tidak menjualnya, mereka tetap mengantongi keuntungan nyata karena kebun sendiri sudah mampu mencukupi kebutuhan dapur harian. Kondisi ini secara otomatis membantu menghemat pengeluaran rumah tangga.

Dip juga menilai tanaman cabai sangat cocok menjadi langkah awal bagi masyarakat yang baru ingin belajar bercocok tanam. Usai menguasai teknik budidaya cabai, warga biasanya akan lebih mudah mengembangkan budidaya tanaman lain yang masih satu keluarga, seperti tomat dan terung.

Bagi Dip, aktivitas bertani juga menyimpan nilai pendidikan karakter yang sangat penting untuk anak-anak sejak usia dini. Pengetahuan mengenai dunia botani dan cara bercocok tanam akan menjadi bekal hidup yang selalu berguna di masa depan.

“Kalau kita bisa menanam tanaman, berarti kita bisa mengajarkan anak-anak seni bertahan hidup. Mereka perlu mengenal tanaman sejak kecil, mengetahui mana yang bisa dimakan dan mana yang tidak. Ilmu seperti ini tidak akan pernah sia-sia karena suatu saat bisa menyelamatkan dirinya,” tuturnya.

Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, Dip mengajak warga Depok untuk tetap produktif memanfaatkan ruang yang tersedia. Warga bisa menerapkan berbagai metode kreatif, mulai dari penanaman menggunakan polybag, optimalisasi pekarangan rumah, hingga pengaplikasian sistem hidroponik.

Ia juga mengapresiasi rencana penerapan sistem irigasi tetes otomatis di RW 01 Rawageni. Inovasi ini menjadi bukti nyata praktik pertanian modern karena menghadirkan sentuhan teknologi yang mempermudah proses perawatan tanaman.

“Pertanian modern tidak harus menggunakan alat yang rumit atau robot. Begitu ada sentuhan teknologi yang membantu pekerjaan, seperti irigasi otomatis, itu sudah termasuk pertanian modern,” jelas Dip.

Dip menggantungkan harapan agar Gerakan Tanam Cabai ini tidak sekadar mengejar hasil panen fisik, melainkan mampu berevolusi menjadi ruang edukasi hijau bagi masyarakat. Keberadaan kebun cabai di tengah pemukiman harus menjadi sarana belajar interaktif bagi anak-anak untuk mengenal pertanian sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap ketahanan pangan.

Guna menyukseskan gerakan tersebut, BPP Ratujaya menyatakan kesiapan penuh untuk mendampingi warga dalam setiap tahapan budidaya. Petugas siap mengawal mulai dari proses penyemaian bibit, penanaman, perawatan harian, pengendalian hama penyakit, hingga masa panen tiba.

(Jingga Sonjaya)

Fenomena Langka, Empat Lutung Muncul di Desa Cikupa Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Empat ekor Lutung yang kagetkan warga Dusun Kertaharja Desa Cikupa Lumbung Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Warga Dusun Kertaharja, Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mendadak geger. Pasalnya, empat ekor lutung berukuran cukup besar tiba-tiba muncul dan memasuki kawasan pemukiman penduduk.

Kehadiran kawanan primata hitam tersebut langsung memicu rasa takut di kalangan warga setempat. Mereka merasa resah lantaran satwa liar tersebut sangat jarang menampakkan diri di lingkungan kampung.

Baca Juga: Komunitas Berbagi Nasi Ciamis Bagikan Sembako untuk Pedagang Keliling dan Kaum Duafa

Warga setempat mengaku heran karena biasanya menjelang musim kemarau, sosok macan dari habitat aslinya di Gunung Sawal yang kerap turun menyatroni perkampungan mereka. Namun, fenomena kali ini benar-benar di luar prediksi masyarakat karena justru kawanan lutung yang datang bertamu.

Keanehan kian terasa karena satwa tersebut datang secara tiba-tiba tanpa ada warga yang mengetahui arah asalnya. Uniknya lagi, saat masyarakat mencoba menghalau, kawanan lutung ini justru bergeming dan sama sekali tidak memperlihatkan rasa takut terhadap kehadiran manusia.

“Lutung itu datangnya entah dari mana tiba-tiba sudah ada diatas pohon petai di pekarangan rumah milik Engkos Kosasih di Dusun Kertaharja,” kata Kasi Ekbang Desa Cikupa, Dodi, Minggu (12/7/2026).

Dodi menjelaskan, biasanya setiap musim kemarau tiba, ancaman macan yang memangsa ternak warga menjadi kekhawatiran utama. Namun, kali ini alam justru menyuguhkan kejutan yang sama sekali tidak masuk dalam perkiraan penduduk desa.

“Saat ini lutung aneh itu berada di wilayah perkampungan di area Situs Makam Keramat,” ucap Dodi menambahkan.

Hingga berita ini diturunkan, kawanan lutung tersebut masih mendiami area pepohonan di sekitar situs keramat desa. Warga pun terus memantau pergerakan satwa liar tersebut guna mengantisipasi hal-hari yang tidak mereka inginkan.

(Husen Maharaja)

Densus 88 Geledah Kontrakan Terduga Pelaku Ledakan di Dadaha Tasikmalaya, Amankan Sejumlah Barang Bukti

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Densus 88 Anti Teror Polri, saat melakukan proses penggeledahan rumah kontrakan yang dihuni terduga perakit Bom berinisial AAS di Kampung Gunung Koneng Tasikmalaya. (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggeledah sebuah rumah kontrakan di wilayah Gunung Koneng, RT 02/RW 13, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Minggu (12/7/2026).

Densus 88 melangsungkan penggeledahan tempat tinggal terduga pelaku peledakan bom berinisial AAS ini bersama Satbrimob Polda Jabar dan personel Polres Tasikmalaya Kota. Petugas langsung membentangkan garis polisi berwarna kuning mengelilingi lokasi guna mensterilkan area sekitar.

Baca Juga: Tasikmalaya Jadi Training Camp Timnas Indonesia Football 7 Jelang Intercontinental Cup 2026

Aksi penggeledahan oleh Densus 88 Polri tersebut merupakan tindak lanjut dari peristiwa ledakan keras yang diduga bom pada Sabtu (11/7/2026) tengah malam tadi di area Komplek Dadaha Tasikmalaya.

Dentuman keras tersebut sempat membuat sejumlah pengunjung kawasan Dadaha dan pedagang kaki lima (PKL) berhamburan menyelamatkan diri. Sebelum ledakan terjadi, ternyata sempat ada peristiwa perselisihan antarpedagang PKL yang mengais rezeki di kawasan padat pengunjung tersebut.

Melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan Komplek Dadaha, Tim Densus 88 Polri berhasil mengamankan sejumlah barang bukti kuat. Seluruh barang temuan tersebut mengarah pada material berbahaya untuk merakit bom.

Petugas menemukan berbagai bahan peledak di lokasi kejadian, antara lain pupuk KCL, belerang, bubuk aluminium, baterai, untaian kabel, hingga remote kontrol.

Penggeledahan Menyedot Perhatian Warga

Usai menuntaskan olah TKP di kawasan Dadaha, Densus 88 langsung bergerak cepat menuju rumah kontrakan yang dihuni oleh AAS. Proses penggeledahan yang memakan waktu sekitar satu setengah jam itu menyedot perhatian warga sekitar yang menonton dari luar garis polisi.

Ketua RT 02/RW 13 Gunung Koneng, H. Ade Mumu, menjelaskan bahwa AAS sebenarnya baru mengontrak rumah di lingkungan tersebut sekitar dua bulan terakhir.

“Yang bersangkutan ini bilangnya hanya tinggal sementara sambil menunggu rumah perumahan selesai dibangun. AAS ini belum sempat melapor ke RT/RW,” ungkap H. Mumu, Minggu (12/7/2026).

Ia menuturkan, saat Densus 88 menyisir bagian dalam rumah, petugas tampak mengamankan sejumlah senjata berbahaya yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas terorisme.

“Tadi lihat petugas mengamankan barang-barang, antaranya senapan angin dan belati serta lainnya. Barang tersebut langsung petugas bawa, mungkin untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium forensik Polri,” ujar H. Mumu.

Sementara itu, beberapa warga sekitar membeberkan bahwa AAS sehari-harinya menyambung hidup dengan berjualan di Pasar Cikurubuk. Warga mengenal AAS sebagai sosok yang sangat tertutup karena jarang berkumpul atau bersosialisasi dengan tetangga.

“Kalau pulang dari pasar dan ketemu paling cuma sekadar sapa saja. Memang sehari-harinya berjualan di pasar. Kami warga di sini juga tidak menyangka,” ungkap salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya.

Hingga menjelang petang, polisi masih terus mendalami kasus kepemilikan bahan peledak berbahaya tersebut. Penyidik juga tengah menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan AAS dengan jaringan terorisme lainnya di Indonesia.

Meskipun aktivitas Densus 88 ini sempat membuat warga Gunung Koneng Tasikmalaya geger dan kaget, kesigapan aparat di lapangan mampu memastikan situasi tetap kondusif dan aman.

(Seda)

Pantai Lembah Putri Pangandaran Simpan Potensi Wisata Besar, Terkendala Fasilitas dan Pendanaan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto; Pantai Lembah Putri Pangandaran di Desa Putra Pinggan dilihat menggunakan drone (istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pantai Lembah Putri di Desa Putra Pinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, menyimpan potensi raksasa sebagai destinasi wisata alam unggulan.

Kawasan ini menyuguhkan perpaduan eksotis antara hamparan pantai, perbukitan hijau, aliran sungai, hingga gua bersejarah yang menjadi daya tarik utamanya. Sayangnya, proses pengembangan kawasan tersebut hingga kini belum berjalan optimal akibat keterbatasan fasilitas penunjang dan minimnya dukungan pendanaan.

Baca Juga: Libur Sekolah Dongkrak Wisata Pangandaran, Retribusi Tembus Rp7,24 Miliar dalam 17 Hari

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Lembah Putri, Toto Hadianto, menjelaskan bahwa kawasan ini mengantongi tiga potensi utama yang bisa terintegrasi secara terpadu.

“Pantainya menjadi daya tarik utama. Ada bukit yang langsung berbatasan dengan pantai, ada gua yang memiliki cerita sejarah. Selain itu ada sungai yang bisa dimanfaatkan untuk wisata kano atau susur sungai,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).

Toto memaparkan, pihaknya sejak awal sudah merancang konsep pengembangan yang matang. Pokdarwis memproyeksikan area pantai sebagai tempat wisata keluarga yang teduh dengan barisan pepohonan rindang. Sementara untuk area perbukitan dan muara sungai, mereka mengarahkannya menjadi lokasi bumi perkemahan (camping ground), wahana permainan air, serta aktivitas wisata alam lainnya.

“Konsepnya sudah ada sejak awal. Tinggal bagaimana dukungan untuk merealisasikannya,” tutur Toto.

Berburu Program Bantuan Secara Mandiri

Pokdarwis Pantai Lembah Putri sendiri mulai mengawali kiprah mereka pada tahun 2021 usai menerima SK pembentukan dari Pemerintah Desa. Kala itu, pihak desa menargetkan pengembangan lima destinasi wisata lokal, yang salah satunya mencakup Pantai Lembah Putri.

Selama masa aktif, para anggota rutin menggelar kerja bakti membersihkan pantai, menanam pohon, hingga mempromosikan destinasi tersebut lewat media sosial, YouTube, dan Google Maps. Kelompok ini bahkan sempat merancang laman resmi sebagai corong promosi digital.

Selain itu, Pokdarwis juga berburu bantuan program secara mandiri. Mereka sukses mengamankan bantuan bibit mangrove, cemara laut, ketapang, nyamplung, hingga pohon donglo untuk aksi penghijauan, meski seluruh prosesnya harus berjalan secara swadaya.

“Kami juga berusaha mencari dukungan CSR, tetapi sampai sekarang belum ada yang benar-benar bisa membantu pengembangan kawasan,” sesalnya.

Akibat terbentur berbagai keterbatasan tersebut, aktivitas Pokdarwis kini terpaksa vakum selama sekitar satu tahun terakhir. Kendati demikian, mereka tetap mempertahankan konsep pengembangan awal.

Dari segi infrastruktur, kawasan ini memang belum memadai. Pada tahun 2021 silam, pemerintah desa sempat membangun saung di kaki bukit, namun kini kondisinya merana dan kurang terawat. Kawasan ini juga belum memiliki akses jalan yang mulus, toilet umum, jajaran warung, maupun fasilitas penunjang pariwisata lainnya.

“Kami pernah mencoba menjalankan aktivitas wisata, tetapi karena fasilitasnya belum mendukung akhirnya belum bisa berkembang,” kata Toto.

Program Penghijauan

Meski belum tersentuh pengelolaan maksimal, Pantai Lembah Putri masih sesekali memikat kedatangan warga yang mengetahui lokasinya dari jagat maya. Namun, pengelola belum mendata jumlah kunjungan pelancong karena belum menerapkan sistem tiket. Saat ini, para nelayan setempat juga masih memanfaatkan kawasan tersebut untuk memancing.

Ke depan, Pokdarwis bakal memprioritaskan program penghijauan kembali. Mereka memilih pohon cemara laut karena memiliki karakteristik cepat tumbuh dan efektif membuat kawasan pantai menjadi lebih teduh.

“Target awal kami membuat kawasan ini rindang dulu. Kalau orang sudah nyaman datang, baru terlihat fasilitas apa yang benar-benar dibutuhkan, warung, toilet, atau lainnya,” jelas Toto.

Ia menaruh harapan besar agar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran bersedia turun tangan untuk memberikan pembinaan kembali.

“Program Pokdarwis sebenarnya bagus. Kami berharap ada pendampingan dan dukungan berkelanjutan agar potensi wisata seperti Pantai Lembah Putri bisa berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

(Sajidin)

Komunitas Berbagi Nasi Ciamis Bagikan Sembako untuk Pedagang Keliling dan Kaum Duafa

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Komunitas Barbagi Nasi saat membagikan bantuan Sembako

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Komunitas Berbagi Nasi Ciamis menggelar aksi bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu di seputaran Kota Ciamis. Bantuan ini menyasar masyarakat yang tengah berjuang keras mencari nafkah di jalanan demi menghidupi keluarga mereka.

Koordinator aksi, Dedew, menjelaskan bahwa lembaganya menginisiasi pembagian sembako ini sebagai langkah nyata untuk meringankan beban para pejuang rupiah di garis bawah.

Baca Juga: Nobar Piala Dunia di Lapas Ciamis, Petugas, TNI dan Warga Binaan Bersatu Dukung Tim Favorit

“Sasaran kami yang diberi bantuan para pedagang kecil yang berjualan keliling,” kata Dedew, Minggu (12/7/2026).

Dedew menuturkan, selain pedagang keliling, komunitas juga membidik abang becak dan tukang ojek. Terlebh para kaum duafa, hingga anak yatim piatu yang mencatatkan kondisi ekonomi lemah.

“Paket bantuan yang kami berikan ini untuk sedikit membantu kebutuhan mereka,” ucapnya.

Dedew menambahkan, selain mendistribusikan sembako, komunitasnya juga rutin melangsungkan aksi bagi-bagi nasi bungkus setiap seminggu sekali. Mereka menyisir warga yang membutuhkan, baik di kawasan pusat kota maupun area pelosok perkampungan Ciamis.

“Kegiatan yang kami lakukan ini sudah lama namun akhir-akhir ini agak sedikit terkendala karena berkurangnya donatur,” jelasnya.

Dedew membeberkan bahwa menyusutnya jumlah donatur belakangan ini berimbas pada penurunan volume kegiatan sosial mereka. Oleh karena itu, ia mengetuk hati para agnia atau kaum dermawan yang ingin menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk kemudian tersalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

“Mudah-mudahan saja kegiatan sosial yang kami jalankan ini terus berlanjut dengan adanya agnia yang membantu kegiatan ini,” pungkasnya penuh harap.

(Husen Maharaja)

Libur Sekolah Dongkrak Wisata Pangandaran, Retribusi Tembus Rp7,24 Miliar dalam 17 Hari

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Ilustrasi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Momentum libur sekolah memberikan dampak luar biasa bagi sektor keuangan daerah. Enam objek wisata unggulan di Kabupaten Pangandaran sukses meraup total pendapatan retribusi fantastis senilai Rp7.246.275.000 sepanjang periode 25 Juni hingga 11 Juli 2026.

Kepala Bidang Retribusi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pangandaran, Bagus, membeberkan bahwa lonjakan arus kunjungan dan pendapatan paling masif meledak saat momen akhir pekan (weekend). ‎

Baca Juga: Warga Kawarasan Pangandaran Antre Air Sumur Tua

‎“Pendapatan tertinggi tercatat pada Sabtu, 4 Juli 2026 sebesar Rp979.147.000 dalam sehari. Ini bertepatan dengan puncak libur sekolah dan banyaknya event wisata,” ujar Bagus, Minggu (12/7/2026). ‎

Bagus memerinci, Objek Wisata Pantai Pangandaran menasbihkan diri sebagai penyumbang pundi-pundi rupiah terbesar bagi kas daerah dengan torehan Rp4.942.100.000 selama 17 hari masa liburan.

Selanjutnya, Pantai Batukaras mengekor di posisi kedua dengan menyumbang Rp1.158.105.000. Menyusul berturut-turut Pantai Batu Hiu senilai Rp512.340.000, Pantai Madasari Rp266.580.000, destinasi Green Canyon Rp219.550.000, serta Pantai Karapyak sebesar Rp147.600.000.

Bapenda mencatat tiga tanggal emas dengan perolehan omzet harian tertinggi sebagai berikut: ‎

1. Sabtu, 4 Juli 2026: Rp979.147.000 ‎
2. Minggu, 5 Juli 2026: Rp778.270.000 ‎
3. Sabtu, 27 Juni 2026: Rp673.162.000 ‎

Sementara untuk hari-hari biasa (weekday), pergerakan arus rupiah retribusi rata-rata stabil berkisar antara Rp270 juta hingga Rp386 juta per hari.

Bagus menilai capaian spektakuler ini mengembuskan angin segar dan menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi ekosistem pariwisata daerah. ‎

‎“Pencapaian ini sekaligus menjadi kado istimewa di hari ulang tahun Bupati Pangandaran, Ibu Citra Pitriyami,” tuturnya. ‎

Bagus memprediksi pundi-pundi rupiah dari sektor retribusi pariwisata ini masih akan terus bertambah gemuk mengingat libur sekolah belum sepenuhnya berakhir.

Pihaknya berjanji akan terus mendongkrak kualitas pelayanan dan menyuguhkan beragam event kreatif demi mengunci animo kunjungan para wisatawan. ‎

‎“Kami imbau pengelola objek wisata menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan agar wisatawan betah dan pendapatan daerah terus meningkat,” pungkasnya.

(Sajidin)