TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya melalui jajaran kewilayahan bergerak cepat menangani kondisi sosial Kakek Nana Kustaman (74). Nana tinggal bersama cucunya di sebuah gubuk reyot di Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.
Pemkot Tasikmalaya menyalurkan bantuan sosial serta penanganan dasar sebelum kasus ini ramai di media sosial dan mendapat kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Tapak Suci Kota Tasikmalaya Borong Prestasi di IPSI Cup XI 2026, Raih 12 Emas dan 8 Perak
Plt. Lurah Kahuripan Ruswan Fladimer Sialana meninjau langsung kediaman Nana sejak Rabu (28/10/2026) pagi sebelum kedatangan Gubernur KDM.
Ruswan menginspeksi seluruh sudut rumah reyot tersebut demi melihat kondisi riil di lapangan.
“Saat kami berkeliling melihat sudut area rumah Nana Kustaman, setelah itu, saya langsung berkoordinasi dengan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi dan perangkat daerah lainnya, guna menyampaikan kondisi yang dialami Pak Nana serta mengupayakan untuk diberikan sejumlah bantuan,”ungkap Ruswan Fladimer Sialana, saat berkunjung ke rumah Nana Kustaman Minggu (1/11/2026) sore tadi.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi merespons cepat laporan tersebut dan menginstruksikan langkah penanganan darurat.
‘Sebetulnya, sebelum permasalahan sosial ini menjadi perhatian publik, Pemerintah Kota telah beberapa kali mengunjungi Nana Kustaman, dan memberikan perhatian serta bantuan dari berbagai pihak, mulai unsur Pemerintahan, Dinas Sosial, dan Puskesmas, termasuk kami juga di kelurahan Kahuripan telah menyalurkan bantuan untuk Pak Nana,”ujar Ruswan.
Penyelesaian Kendala Lahan Wakaf dan Rencana Pembangunan Rumah
Ruswan menjelaskan bahwa pemkot telah mengusulkan renovasi rumah Nana sejak awal. Namun, proyek pembangunan sempat tertahan akibat status lahan yang berdiri di atas tanah wakaf.
Koordinasi lintas instansi akhirnya menghasilkan izin dan solusi hukum sehingga pengerjaan fisik dapat bergulir.
“Kami terus berupaya melakukan koordinasi, dan upaya yang dilakukan bersama pihak terkait, akhirnya membuahkan hasil dan diperoleh solusi serta izin, sehingga langkah pembangunan rumah Nana Kustaman di lokasi tersebut dapat dilakukan,”paparnya.
Pemkot Tasikmalaya menjadwalkan pembongkaran dan pembangunan rumah baru mulai Senin (2/11/2026).
“Selama menunggu proses pembangunan rumah, pemerintah Kota Tasikmalaya memfasilitasi Pak Nana untuk tinggal di tempat sementara yang telah Pemkot Tasikmalaya sediakan berupa rumah kontrakan agar tetap memiliki tempat tinggal yang layak,”jelasnya.
Pemkot juga menyerahkan bantuan logistik berupa kasur, sembako, dan perlengkapan mandi. Kepedulian dari berbagai lapisan masyarakat terus mengalir ke kediaman Kakek Nana.
“Kita tentu sangat berterima kasih serta menyambut baik seluruh bentuk kepedulian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk bantuan dan dukungan dari Pak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dan ini adalah sebuah bentuk kolaborasi yang nyata dari berbagai pihak, guna menyelesaikan berbagai persoalan yang masyarakat hadapi,”terang Ruswan.
Pemkot memfokuskan penanganan cepat ini untuk memulihkan kondisi sosial Kakek Nana dan sang cucu penyandang disabilitas, Seka Firmansyah (12). Langkah nyata ini membuktikan komitmen Pemkot Tasikmalaya dalam merespons permasalahan warga.
(Seda)



