spot_imgspot_img
Rabu 28 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mahasiswa Unsil dan Warga Gelar Aksi Pelestarian Sungai Cikidang Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Geliat semangat gotong royong menyelimuti Kampung Trowek, Desa Dirgahayu, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya dalam memperingati Hari Sungai tahun 2026.

Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi (HIMAGEO) Universitas Siliwangi (Unsil) turun ke lapangan. Mereka berbaur bersama warga lokal, pemuda, serta aktivis lingkungan guna merawat ekosistem Sungai Cikidang.

Baca Juga: Masjid Bersejarah di Tasikmalaya Ini Pernah Jadi Markas Gerilya Gubernur Sewaka, Kini Butuh Perhatian

Aksi kolaboratif ini mengusung tema “Sungai Lestari, Masyarakat Berdaya, Berkolaborasi untuk Masa Depan” dengan menggandeng Srikandi Sungai Indonesia (SSI) Tasikmalaya. Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti membersihkan bantaran sungai, melainkan juga membawa misi edukasi ekologis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan perairan.

Mengubah Teori Menjadi Aksi Nyata di Lapangan

Maraknya ancaman pencemaran air di berbagai daerah memicu lahirnya gerakan ini. Mahasiswa Pendidikan Geografi Unsil menilai bahwa aksi menjaga sungai merupakan langkah krusial demi menjamin keberlanjutan hidup masyarakat setempat.

Ketua HIMAGEO Universitas Siliwangi, Dadang Setia Permana, menyampaikan bahwa peran mahasiswa wajib memberi dampak langsung bagi lingkungan sekitar dan tidak terbatas pada ruang kuliah semata.

“Kegiatan Hari Sungai ini adalah wujud nyata komitmen kami sebagai mahasiswa geografi untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan di lapangan. Sungai adalah urat nadi kehidupan masyarakat, sehingga menjaga kelestariannya membutuhkan kesadaran kolektif serta tindakan nyata yang berkelanjutan,” tegas Dadang Setia Permana Rabu (28/10/2026).

Membangun Kesadaran Ekologis Berbasis Komunitas

Penyelenggara merancang kegiatan di Kampung Trowek ini sebagai pemantik perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sungai. Mereka berharap aksi ini sanggup menumbuhkan rasa kepemilikan serta keterikatan emosional antara warga dan lingkungan sungai di sekitar pemukiman.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Wanti Rahma, menekankan pentingnya keberlanjutan gerakan agar dampak aksi tidak berhenti saat agenda usai.

“Kami tidak ingin Hari Sungai 2026 sekadar menjadi kegiatan seremonial yang selesai begitu agenda berakhir. Ini adalah ruang bersama untuk memperkuat rasa kepedulian, merawat kebersamaan, dan mendorong generasi muda Kampung Trowek agar aktif menjaga sungai. Semangat kolaborasi ini harus terus hidup dalam keseharian kita,” ujar Wanti Rahma.

Sinergi Lintas Generasi demi Keberlanjutan Lingkungan

Inisiatif mahasiswa Unsil ini meraih apresiasi positif dari Srikandi Sungai Indonesia (SSI) Tasikmalaya. Kehadiran komunitas pelestari lingkungan bersama masyarakat lokal menjadi fondasi sosial yang kuat dalam menjaga ruang hidup.

Ketua SSI Tasikmalaya, Tjitjih Kurniasih, mengungkapkan optimismenya terhadap sinergi yang terjalin antara akademisi dan warga desa.

“Inisiatif dari adik-adik HIMAGEO Unsil ini sangat positif dan patut dicontoh. Keterlibatan gabungan antara mahasiswa, komunitas pelestari, pemuda, dan warga lokal adalah modal sosial yang sangat berharga. Jika kesadaran ini terus dipelihara, Sungai Cikidang tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberi manfaat besar bagi anak cucu kita kelak,” tutur Tjitjih Kurniasih.

Melalui aksi bersama ini, HIMAGEO Unsil dan SSI Tasikmalaya berharap gerakan pemeliharaan berbasis komunitas di Sungai Cikidang terus berjalan secara konsisten, sekaligus menginspirasi wilayah lain di Kabupaten Tasikmalaya untuk merawat ekosistem air demi masa depan.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru