spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Waduh! Telur Blitar Masih Membanjiri Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis mulai membidik penguatan pasokan telur dari peternak lokal. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, salah satunya Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan pembukaan kandang baru Pasini Farm yakni pengembangan peternakan ayam petelur modern Naratas Group.

Kandang baru yang dikembangkan memiliki kapasitas sekitar 43.200 ekor ayam petelur dengan potensi produksi mencapai 2,5 ton telur per hari.

Baca Juga: Ini Pesan Ang Icep Penamping 41 Jemaah Korpri Ciamis

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis, Dr A. Wahyu Radityananto, mengatakan penguatan produksi lokal menjadi penting agar rantai pasok telur di Ciamis tidak terlalu bergantung kepada daerah lain.

“Secara garis besar kita ingin memutus rantai pasok dari Blitar,” kata Wahyu usai menghadiri syukuran selesainya pembangunan. Kandang ayam Pasini Farm Naratas Group di Naratas Layer Farm Linggarsari, Ciamis, Rabu (07/10/2026).

Menurutnya, selama ini pasokan telur dari Blitar masih masuk ke wilayah Ciamis. Karena produksi peternak lokal belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pasar.

“Dengan bertambahnya kapasitas produksi peternakan lokal, pemerintah berharap pasokan telur dari Ciamis dan sekitarnya semakin kuat,” ungkapnya.

Keuntungan Produksi Lokal

Wahyu menjelaskan, keuntungan lain dari produksi lokal adalah waktu distribusi yang lebih singkat. Telur yang didatangkan dari luar daerah membutuhkan proses pengumpulan, penyimpanan dan pengiriman sebelum sampai ke konsumen.

“Kalau kita produksi di sini, rata-rata paling satu atau dua hari maksimal sudah sampai ke konsumen,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut dapat memberikan keuntungan dari sisi kesegaran produk sekaligus memperkuat ekosistem peternakan lokal.

Wahyu juga memastikan keberadaan peternakan modern tidak berarti mematikan peternak rakyat. Menurutnya, masing-masing memiliki pangsa pasar yang berbeda.

“Sudah beda pangsa pasarnya,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga terus mendorong peternak mandiri dan koperasi. Agar meningkatkan standar pengelolaan peternakan, termasuk dalam proses mendapatkan Nomor Kontrol Veteriner atau NKV.

Sementara itu, Komisaris Pasini Naratas Layer Farm, Hary Adam, mengatakan pengembangan kandang baru. Merupakan bagian dari upaya meningkatkan produksi telur sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Baca Juga: Program Umrah Korpri Ciamis 2026 Berlanjut, 41 Jemaah Berangkat

Menurut Hary, kebutuhan telur nasional masih memiliki ruang untuk terus meningkat, terutama jika dikaitkan dengan kebutuhan protein dan nutrisi masyarakat.

“Ke depan ketahanan pangan kita harus meningkat, tetapi juga dengan kualitas yang baik dan harga yang efisien,” katanya.

Ia berharap peningkatan produksi telur di Ciamis dapat membuat pasokan lokal semakin kuat. Dan mengurangi kebutuhan mendatangkan telur dari luar daerah.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru