BANJAR, FOKUSJabar.id: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Banjar meraih penghargaan Juara 1 Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif tingkat Jawa Barat (Jabar).
Penghargaan tersebut di serahkan dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan, Pengawasan Partisipatif dan Hubungan Antar Lembaga bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Barat di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Bandung.
BACA JUGA:
Ruang Kadisdik Kota Banjar Disegel Mahasiswa, Audiensi Revitalisasi Sekolah Mendadak Diundur
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi Bawaslu Provinsi Jawa Barat terhadap pelaksanaan program pendidikan pengawasan partisipatif yang di lakukan Bawaslu Kota Banjar beberapa waktu lalu sekaligus sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kerja kelembagaan.
“Penghargaan ini sebagai motivasi tambahan agar kerja-kerja kelembagaan di masa nontahapan ini semakin masif dan berdampak,” Terang Wahidan, anggota Bawaslu Kota Banjar, Rabu (7/10/2026).
Melalui berbagai program, Bawaslu Kota Banjar terus berupaya membangun kesadaran masyarakat bahwa pengawasan Pemilu bukan hanya menjadi tugas jajaran Bawaslu. Tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Pelibatan masyarakat dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi kepemiluan dengan menyasar sejumlah kelompok masyarakat. Termasuk pemuda, komunitas, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
“Bawaslu Kota Banjar akan terus berikhtiar agar pelaksanaan pemilu 2029 semakin berkualitas dengan berbagai program yang sudah kami susun,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pendidikan pengawasan partisipatif memiliki posisi penting dalam membangun budaya pengawasan di tengah masyarakat.
BACA JUGA:
Pemkot Banjar Dorong Air PDAM Bisa Langsung Dianggap Air Minum Siap Konsumsi
Masyarakat tidak hanya di tempatkan sebagai objek dalam proses demokrasi. Tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga integritas penyelenggaraan Pemilu.
Raihan Juara 1 se-Jawa Barat ini sekaligus menjadi dorongan bagi Bawaslu Kota Banjar untuk terus menghadirkan inovasi dan memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai lembaga serta kelompok masyarakat.
“Pendidikan pengawas partisipaatif adalah salah satu prasyarat untuk mewujudkan pemilu mendatang yang jujur dan adil. Kami akan terus bergerak,” kata Wahidan.
(Agus Purwadi)



