spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

FIFA ASEAN Cup 2026 Memanas, Malaysia Pertanyakan Injury Time Laga Indonesia

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Persaingan Indonesia dan Malaysia di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir dengan drama pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Dua pertandingan terakhir grup yang berlangsung bersamaan menghasilkan kemenangan besar. Indonesia mengalahkan Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Sementara Malaysia menundukkan Singapura 6-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

BACA JUGA:

Timnas Indonesia ke Final, Erick Thohir: “Tuhan Bersama Kita”

Hasil tersebut membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengakhiri fase grup dengan tujuh poin.

Keduanya juga memiliki selisih gol +9. Sehingga posisi puncak akhirnya di tentukan oleh jumlah gol yang berhasil di cetak selama fase grup.

Indonesia mengoleksi 11 gol, sedangkan Malaysia mencatat sembilan gol.

Drama terjadi karena Malaysia lebih dulu menyelesaikan pertandingan dan sempat berada di atas Indonesia dalam klasemen.

Saat itu Indonesia masih bertanding melawan Bangladesh dan membutuhkan tambahan gol.

Pada masa injury time, Indonesia mencetak dua gol melalui Kevin Diks pada menit ke-90+6 dan Mitchell Baker pada menit ke-90+7.

Skor akhir 9-2 membuat Indonesia unggul dalam produktivitas gol sekaligus merebut posisi juara Grup A.

Situasi tersebut kemudian mendapat perhatian dari pelatih Indonesia, John Herdman. Ia mengaku mengetahui hasil pertandingan Malaysia melawan Singapura, tetapi tidak menyangka kemenangan Malaysia akan berakhir dengan skor telak.

“Kami tahu apa yang terjadi dalam pertandingan lainnya. Kami hanya tidak tahu bagaimana mungkin Malaysia bisa mengalahkan Singapura 6-0,” ujar Herdman.

Herdman juga menyinggung catatan pertemuan Malaysia dan Singapura yang menurutnya membuat hasil tersebut cukup mengejutkan.

“Kalau melihat sejarah pertemuan mereka, itu belum pernah terjadi sebelumnya. Biasanya skornya 1-1, 2-1, atau 2-0. Skor terbesar sebelumnya adalah 4-1,” tutur Herdman.

Di Malaysia, hasil sembilan gol yang di cetak Indonesia ke gawang Bangladesh turut menjadi bahan pembicaraan.

Striker Malaysia Paulo Josue mengaku sulit mempercayai Bangladesh dapat kebobolan sebanyak itu dalam pertandingan turnamen.

“Sepertinya Indonesia mencetak sembilan gol. Anda tahu, sangat sulit di percaya bahwa lawan kebobolan sembilan gol dalam turnamen seperti ini tetapi kami harus menerimanya. Jadi kami harus bangkit kembali dan menghadapi pertandingan selanjutnya serta berusaha menyelesaikan (turnamen) sebaik mungkin,” kata Josue.

Kritik lain disampaikan Bergson Da Silva setelah membantu Malaysia meraih kemenangan 6-0 atas Singapura.

Pemain tersebut menyoroti perbedaan kondisi pertandingan yang di jalani Indonesia dan tim-tim lainnya sepanjang fase grup. Termasuk lokasi serta waktu pertandingan.

“Ini adalah omong kosong, sepanjang turnamen, mereka menguntungkan mereka (Indonesia). Mereka memainkan semua tiga pertandingan di Jakarta pada malam hari, sementara tim lain bermain di Bandung dan sore hari, dengan pertandingan setiap dua hari,” kecam Bergson.

BACA JUGA:

Heri Kiswanto Siapkan Skema Baru PSGC Ciamis untuk Redam Persiku Kudus

Bergson juga mempermasalahkan perubahan waktu tambahan dalam pertandingan Indonesia melawan Bangladesh.

Menurutnya, papan tambahan waktu sempat menunjukkan dua menit sebelum kemudian berubah menjadi tujuh menit.

Persoalan injury time tersebut kemudian mendapat tindak lanjut dari Federasi Sepak Bola Malaysia atau FAM.

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, FAM menyatakan akan meminta penjelasan kepada FIFA mengenai perubahan tambahan waktu dari dua menit menjadi tujuh menit.

Permintaan tersebut mencakup penjelasan mengenai dasar keputusan, prosedur yang diterapkan, serta kondisi yang menyebabkan tambahan waktu berubah.

FAM pada saat yang sama menegaskan bahwa permintaan klarifikasi tersebut tidak di maksudkan untuk menggugat hasil pertandingan ataupun pencapaian tim yang bersangkutan.

“Kami ingin menegaskan bahawa permohonan ini bukan bertujuan untuk mempersoalkan keputusan perlawanan atau mempertikaikan pencapaian mana-mana pasukan. Sebaliknya bagi mendapatkan penjelasan rasmi mengenai proses dan prosedur pengadilan bagi mengelakkan kekeliruan yang timbul,” kata FAM.

Perubahan tambahan waktu itu sendiri berkaitan dengan ketentuan pertandingan sepak bola. Berdasarkan aturan IFAB, wasit dapat memberikan tambahan waktu untuk mengganti waktu permainan yang hilang akibat sejumlah kejadian. Termasuk pemeriksaan maupun review VAR.

Dalam pertandingan tersebut, Herdman menyebut terdapat beberapa pemeriksaan VAR dan mengatakan ofisial keempat mengakui bahwa angka dua menit yang sempat di tampilkan merupakan kesalahan.

Dengan tambahan waktu tersebut, Indonesia berhasil mencetak dua gol pada penghujung pertandingan dan mengubah posisi akhir Grup A.

Hingga Sabtu, 3 Oktober 2026, belum ada keputusan resmi yang menyatakan pertandingan Indonesia melawan Bangladesh tidak sah ataupun terbukti mengalami pengaturan skor.

Yang telah di lakukan secara resmi oleh FAM adalah meminta FIFA memberikan penjelasan mengenai proses dan prosedur terkait perubahan injury time.

Hasil akhir Grup A kemudian memastikan Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Sedangkan Malaysia harus menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga.

Polemik mengenai kemenangan Indonesia 9-2, hasil Malaysia 6-0, serta perubahan tambahan waktu masih menjadi sorotan pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Namun, penting membedakan antara komentar pribadi pemain yang mempertanyakan hasil pertandingan dengan sikap resmi FAM yang sejauh ini berupa permintaan klarifikasi kepada FIFA.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

spot_img

Berita Terbaru