CIAMIS,FOKUSJabar.id: Tim Dosen Pemula Universitas Galuh menggelar program pemberdayaan warga di Desa Mekarjaya, Kabupaten Ciamis. Mereka melatih Kelompok PKK Paguyuban Pitaloka untuk menguasai strategi pemasaran digital.
Ketua Tim PkM-DP Universitas Galuh, Gagan Chepy Septyana, membeberkan tujuan utama kegiatan ini. Pihaknya ingin menggenjot kapasitas sumber daya manusia serta memperluas jangkauan pasar UMKM lokal.
Baca Juga: Bukan Sekadar Himpun Dana, Ini Pesan Ketua BAZNAS untuk Duta Zakat
“Potensi usaha anggota PKK Paguyuban Pitaloka sebenarnya cukup beragam, mulai dari makanan tradisional, aneka camilan, produk olahan hasil pertanian, hingga kerajinan sederhana. Namun pemasarannya masih mengandalkan penjualan langsung dan dari mulut ke mulut,” ujar Gagan.
Gagan memimpin tim ini bersama akademisi Muhammad Zaki Rahman dan Purnama Sari. Dua mahasiswa Universitas Galuh, Zaky Zabbal Giri Yumisa dan Alysa Nazwa Fadila, turut mengawal program ini.
Tim menerapkan pendekatan partisipatif dalam membimbing para peserta. Mereka mengawali program dengan pemetaan kebutuhan, sosialisasi, praktik langsung, hingga tahap evaluasi.
“Materinya mencakup pengenalan digital marketing, strategi promosi daring, pengelolaan media sosial bisnis, pembuatan konten promosi, hingga cara komunikasi dengan calon konsumen,” katanya.
Pemanfaatan Aplikasi Ponsel dan Penguatan Branding
Tim akademisi ini memperkenalkan berbagai aplikasi praktis lewat telepon pintar. Ibu-ibu PKK mempelajari cara mengoperasikan WhatsApp Business, Instagram, Facebook Marketplace, Canva, dan CapCut.
Aplikasi tersebut membantu warga membuat profil usaha, katalog digital, serta foto dan video promosi. Selain itu, tim pendamping menekankan pentingnya identitas visual produk.
Gagan mengajak peserta merancang logo, label, dan kemasan menarik. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi pemasaran modern.
“Melalui praktik menggunakan produk milik mitra, peserta jadi lebih paham cara menyajikan produk secara informatif dan menarik bagi calon konsumen,” ujarnya.
Meningkatkan Kepercayaan Diri Pelaku UMKM
Program pemberdayaan ini melibatkan sekitar 20 hingga 30 anggota PKK. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknik promosi media sosial.
Para peserta kini mampu membuat konten promosi secara mandiri. Kepercayaan diri warga dalam mengoperasikan media digital juga melonjak drastis.
Gagan berharap program pendampingan ini membawa dampak jangka panjang bagi perekonomian desa.
“Harapannya program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tapi menjadi fondasi UMKM yang lebih mandiri, adaptif terhadap teknologi, dan berkelanjutan,” pungkas Gagan.
(Sajidin)



