TASIKMLAYA,FOKUSJabar.id: Kemarau panjang menguji ketahanan warga Kota Tasikmalaya dan sekitarnya selama beberapa bulan terakhir. Bencana kekeringan ini memicu krisis air bersih, mengeringkan sumur warga, serta mengecilkan debit air PDAM.
Produsen kantong plastik PT Dollar Super Plastin (DSP) Tasikmalaya menunjukkan aksi nyata atas kesulitan warga. Perusahaan menggandeng Pemkot Tasikmalaya, BPBD Kota Tasikmalaya, PT Damale, PT DMI, PT SJMP, serta Plastik Dollar demi memasok air bersih.
Baca Juga: Warga Tasikmalaya Krisis Air Bersih, BPBD Sudah Salurkan 523 Ribu Liter hingga September 2026
Saban pekan Plastik Dollar sanggup mengirim minimal 10 tangki berisi 4.000 liter air bersih menuju titik rawan kekeringan. Tim membagikan bantuan secara bergilir menyasar lokasi sesuai data laporan BPBD.
Pemilik PT Dollar Plastin Tasikmalaya, Lungnajaya Ho atau Koh Awun, menegaskan aksi ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dan pribadi bagi warga Tasikmalaya.
“Di musim kemarau masalah air adalah kebutuhan paling vital yang dibutuhkan warga. Kami dari Plastik Dollar ingin ikut hadir membantu kesulitan masyarakat. Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi ini soal kepedulian kita terhadap sesama, yang sedang membutuhkan,”Ungkap Koh Awun, sapaan akrabnya Senin (29/9/2026).
Koh Awun menjelaskan bahwa program pasokan air ini meluncur setiap musim kemarau. Perusahaan bakal melanjutkan aksi sosial ini selama masyarakat membutuhkan.
Ia memilih kolaborasi bareng BPBD agar penyaluran bantuan menjangkau sasaran secara adil dan merata.
Masyarakat bisa mengajukan permohonan air bersih melalui Ketua RT dan RW setempat. Pengurus kelurahan lalu meneruskan laporan warga menuju kantor BPBD Kota Tasikmalaya.
“Permintaan warga masuk ke BPBD, nanti kami bersama BPBD akan jadwalkan pengiriman tangki airnya. Jadi penyalurannya terkoordinir dan tidak tumpang tindih,”jelasnya.
Gagas Solusi Jangka Panjang dan Imbau Pembuatan Biopori
Selain menggelar aksi darurat, Koh Awun mengajak masyarakat melakukan langkah jangka panjang. Warga perlu menjaga kelestarian alam lewat penanaman pohon.
“Kami mengingatkan agar warga mulai membiasakan diri untuk menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga agar bisa membuat lubang biopori di sekitar rumah masing-masing sebagai lubang resapan air,”imbuhnya.
“Menghemat air itu penting. Dan yang tidak kalah penting adalah membuat biopori sebagai resapan air. Kalau musim hujan airnya meresap ke tanah, jadi saat kemarau tiba kita tidak terlalu kesulitan mendapatkan air bersih karena cadangan air tanah masih tersedia,”paparnya.
PT Dollar Super Plastin gencar menyalurkan bantuan sejak awal kemarau Juni 2026. Total bantuan kini telah menembus jutaan liter air bersih.
Ribuan penerima manfaat di Kota Tasikmalaya memberi apresiasi tinggi atas kepedulian produsen plastik ini. Warga berharap pelaku usaha lain menyusul langkah mulia ini.
(Seda)



