TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara hadir dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026-2027 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) YPPT Priatim Tasikmalaya.
Acara PKKMB berlangsung di Graha Muliapermana, Kampus STIA YPPT Priatim, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu, Rabu, (23/9/2026).
BACA JUGA:
Bank BJB Tasikmalaya Salurkan 300 Paket Bantuan, Ada Perlengkapan Sekolah dan Sembako
Para mahasiswa baru menyambut abtusias karena bisa bertemu langsung dengan Dicky Candra Negara untuk mengisi segmen sebagai pemateri utama.
Dicky Candra memberikan pembekalan mengenai pentingnya memahami potensi dan jati diri sebelum mendalami ilmu administrasi.
Ia menjelaskan, sebagai mahasiswa administrasi yang kuliah di Kampus STIA wajib hukumnya untuk mengetahui asal-usul, sejarah, potensi hingga kultur yang ada di daerah Kota Tasikmalaya.
“Sebelum mendalami jurusan administrasi dan pelayanan, sebaiknya kita perlu mengetahui sejarah dan asal-usul Kota Tasikmalaya terlebih dahulu,” ungkap Dicky Candra.
Ia juga menekankan agar mahasiswa memiliki orientasi yang jelas selama menempuh pendidikan di jurusan ilmu administrasi.
Menurut Dia, kuliah di perguruan tinggi bukan sekadar mengejar ijazah dan gelar sarjana. Tetapi harus memiliki tujuan yang lebih besar untuk memberi Kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Setiap pembelajaran yang di pelajari dan di kerjakan harus di sesuaikan dengan tujuan awal menjadi mahasiswa. Artinya bukan hanya mengejar titel atau gelar sarjana saja,” ujarnya.
Dicky Candra meminta para mahasiswa untuk memahami dokumen perencanaan pembangunan daerah. Seperti RPJMD dan RPJP Kota Tasikmalaya.
Dengan memahami dokumen tersebut, mahasiswa akan paham tahapan-tahapan perencanaan pembangunan yang sedang dan akan di laksanakan oleh pemerintah.
Pada kesempatan sesi diskusi, suasana PKKMB dalam gedung berlangsung interaktif.
Mahasiswa di berikan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi dan menyampaikan pandangan dan pendapatnya langsung kepada Wakil Wali Kota Tasikmalaya.
Ketua STIA YPPT Priatim, Agus Fatah Hidayat menjelaskan, kegiatan PKKMB di laksanakan sesuai pedoman dari Kementerian Pendidikan. Untuk tahun akademik 2026-2027, PKKMB di ikuti sebanyak 151 mahasiswa.
BACA JUGA:
Dicky Candra Soroti Geng Motor di Tasikmalaya, Kepala Daerah Priangan Timur Diminta Bersinergi
Rinciannya terdiri dari Program Studi Administrasi Publik sebanyak 100 orang, Administrasi Bisnis 49 orang dan Program Pascasarjana sebanyak 11 orang.
“Selain di ikuti mahasiswa baru tahun akademik 2026-2027, PKKMB juga di ikuti angkatan sebelumnya yang memang belum mengikuti PKKMB. Pasalnya PPKMB merupakan salah satu syarat penting untuk mengikuti sidang skripsi,” ungkap Agus Fatah.
Ia mengatakan, adanya perubahan nomenklatur program studi sesuai aturan terbaru dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI. Yakni Program Studi Ilmu Administrasi Negara berubah menjadi Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Administrasi Niaga menjadi Ilmu Administrasi Bisnis dan Magister Administrasi Negara menjadi Magister Administrasi Publik.
Agus Fatah menyebutkan, keluarnya perubahan tersebut tentu akan berdampak pada gelar akademik menjadi lebih spesifik. Yakni S.AP untuk Sarjana Administrasi Publik, S.AB untuk Sarjana Administrasi Bisnis, dan M.AP untuk Magister Administrasi Publik.
“Dengan keluarnya keputusan dari Kemdiktisaintek RI itu, maka gelarnya semakin spesifik. Sesuai SK Asosiasi Administrasi Publik membentuk administrator yang profesional,” paparnya.
BACA JUGA:
IAI Tasikmalaya Nyatakan Perang terhadap Obat Ilegal, Apotek hingga Rumah Sakit Diperketat
Ia menambahkan, sesuai ketentuan Asosiasi Ilmu Administrasi, lulusan STIA di tuntut menjadi administrator muda yang berkarakter, inovatif, sesuai dengan karakter lokal tetapi berwawasan global, terlebih di era digitalisasi saat ini.
“PKKMB ini pintu awal, untuk membentuk karakter dan pengembangan diri mahasiswa STIA agar menjadi SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman,” pingkasnya.
(Seda)



