DEPOK, FOKUSJabar.id: Pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak di kawasan Selat Sunda setelah berangkat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.
Dari lima jurnalis tersebut, dua di antaranya di ketahui memiliki keterikatan dengan Kota Depok.
BACA JUGA:
Upacara Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI Digelar di Depok, Ini Tujuh Perintah Jaksa Agung
Kedua jurnalis yang merupakan warga Depok itu adalah Yudis asal Sawangan dan Ari Basuki, warga Cinere.
Keduanya termasuk dalam lima jurnalis yang hingga kini belum di ketahui keberadaannya setelah perjalanan menggunakan speedboat menuju kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Informasi mengenai identitas dua jurnalis tersebut di sampaikan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pokja Wartawan Depok, Iyung Rizki.
Ia menyampaikan kabar tersebut saat menghadiri doa bersama jurnalis Depok di Depok Open Space (DOS), Kamis, 10 September 2026.
Doa bersama tersebut di gelar sebagai bentuk dukungan bagi para jurnalis yang masih dalam pencarian.
Iyung mengatakan, perhatian rekan-rekan jurnalis Depok turut tertuju pada kejadian tersebut karena dua orang yang belum di temukan merupakan warga Kota Depok.
“Kami khususkan doa ini untuk lima rekan kami yang hilang kontak di Selat Sunda. Dua di antaranya, Yudis dan Ari Basuki, warga Depok,” kata Iyung.
Menurut Iyung, kondisi kelima jurnalis tersebut menjadi perhatian kalangan wartawan. Terutama karena dua orang di antaranya mempunyai hubungan langsung dengan Kota Depok.
Ia berharap, proses pencarian yang di lakukan tim SAR gabungan dapat segera membuahkan hasil.
BACA JUGA:
Pemkot Depok Buka Pelatihan Driver Gratis untuk Kerja ke Jepang, Ini Syaratnya
Harapan keselamatan juga di sampaikan untuk seluruh jurnalis yang belum di temukan.
Iyung berharap, mereka dapat segera di temukan dalam keadaan selamat. Sehingga bisa kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarga masing-masing.
“Semoga di berikan keselamatan dan bisa kembali kepada keluarganya serta kembali liputan bersama,” ujarnya.
Dukungan dan doa juga di tujukan kepada seluruh personel yang masih berada di lapangan.
Para petugas serta jurnalis yang ikut membantu proses pencarian di sekitar lokasi di harapkan tetap berada dalam kondisi sehat selama menjalankan tugas.
“Semoga para petugas dan jurnalis yang masih berupaya mencari rekan-rekan kami di berikan kesehatan dan di jauhkan dari marabahaya,” tuturnya.
Kelima jurnalis tersebut di ketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, menggunakan speedboat pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi gunung api tersebut.
Lima orang yang masih di cari terdiri atas M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki (Merdeka), Yudis (iNews), Daus (Anadolu) dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Mereka melakukan perjalanan bersama tiga orang kru kapal. Yakni, Warta bertugas sebagai kapten kapal, Surakman (ABK) dan Heriyanto (pemandu).
Dengan demikian, terdapat delapan orang yang hingga kini masih menjadi bagian dari pencarian setelah rombongan tersebut hilang kontak di kawasan Selat Sunda.
Sampai Kamis, 10 September 2026, operasi pencarian masih di lakukan oleh tim SAR gabungan.
Tim terus berupaya menemukan keberadaan lima jurnalis beserta tiga kru kapal yang belum di ketahui kondisinya setelah melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pencarian tersebut menjadi perhatian tidak hanya bagi keluarga para korban, tetapi juga komunitas jurnalis. Yermasuk rekan-rekan di Kota Depok.
Doa bersama yang di gelar di Depok Open Space menjadi salah satu bentuk dukungan agar seluruh orang yang masih di cari dapat di temukan dalam keadaan selamat dan proses pencarian bagi para jurnalis serta kru kapal dapat berlangsung dengan aman.
(Jingga Sonjaya)



