BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung menampung sementara seluruh murid SDN 026 Bojongloa di SD Negeri 148 Cibaduyut. Relokasi ini bertujuan menjaga kelangsungan kegiatan belajar mengajar selama pembangunan gedung sekolah baru berlangsung. Selama masa transisi, sekolah menerapkan sistem pembagian dua sesi belajar.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan proses pemindahan seluruh siswa berjalan dengan lancar.
Baca Juga: Saddil Ramdani Dipinjamkan PERSIB ke Persebaya, Ini Alasan Igor Tolic
“Hari ini kita resmi sudah memastikan bahwa anak-anak SD Negeri 026 Bojongloa itu sedang dalam proses untuk pemindahan. Maka sekarang sudah selesai pemindahannya dari tanah yang lama untuk sementara ditampung dulu di SDN 148 Cibaduyut,” kata Farhan di SDN 148 Cibaduyut, Selasa (8/9/2026).
Siswa Masuk Sesi Siang dan Masih Bisajalan Kaki
Farhan memilih SDN 148 Cibaduyut karena lokasi sekolah lama dan baru berdekatan. Para siswa masih bisa menjangkau lokasi bangunan penampungan sementara dengan berjalan kaki.
Daya tampung sekolah penampung juga memadai untuk memfasilitasi ratusan murid dari kedua sekolah.
“Jaraknya tidak jauh sama sekali masih bisa jalan kaki dan daya tampungnya juga cukup, karena anak-anak SDN 148 semua jadi sekolah pagi sedangkan anak SDN 026 semua jadi sekolah siang mulai jam 12.30,” katanya.
Pemkot Bandung Buka Dialog Soal Penolakan Warga
Di sisi lain, rencana pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa di RW 02 mendapat penolakan warga. Sebagian masyarakat mengkhawatirkan potensi kemacetan lalu lintas dan gangguan kendaraan proyek di pemukiman.
Farhan menegaskan bahwa Pemkot Bandung memahami kekhawatiran warga dan siap membuka ruang dialog.
“Saya mengerti bahwa di lokasi baru itu ada banyak keluhan warga akan terjadinya kemacetan dan lain-lain serta akses pada saat kendaraan proyek berjalan,” ujarnya.
Pihaknya berjanji mengelola dampak lingkungan secara ketat tanpa mengabaikan hak pendidikan anak-anak.
“Tetapi bagaimanapun juga kami akan memastikan lewat dialog dengan warga bahwa pengelolaan lingkungan akan sangat kita perhatikan tetapi kita sama-sama memprioritaskan masalah pendidikan untuk anak-anak,” ungkapnya.
Target Gedung Baru Rampung Akhir Tahun 2026
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengonfirmasi penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Pihaknya kini terus menyosialisasikan proyek ini kepada warga di sekitar area pembangunan.
“Ya, rencananya kita sambil nunggu proses pembangunan SD 026. Mudah-mudahan di awal tahun ajaran baru nanti sudah bisa dievakuasi ke sekolah baru,” kata Asep.
Disdik Kota Bandung menargetkan kontraktor menyelesaikan seluruh pengerjaan fisik pada akhir 2026.
“Jadi, sekarang kita lagi berupaya terus untuk terus mengkomunikasikan dengan warga sekitar dan alhamdulillah izin Pak Wali PBG semua sudah clear, sudah terbit,” ujarnya.
Selanjutnya, pemerintah kota fokus mengawal pengerjaan fisik agar gedung baru siap pakai tahun depan.
“Tinggal mungkin nanti sekarang ada tahapan-tahapan untuk terus melakukan sosialisasi biar nanti pembangunan bisa terselesaikan di akhir tahun,” katanya.
(Yusuf Mugni)



