JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) masih melakukan moratorium penerbitan izin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) baru.
Sudaryono meminta bersabar kepada para pihak yang sudah membangun SPPG.
BACA JUGA:
Badan Gizi Nasional Ubah Jam Kerja Kepala Dapur
“Jadi kami mohon sabar sedikit,” kata Sudaryono.
Pemilik SPPG di kejar bank
Sudaryono mengatakan, ada sejumlah mitra SPPG yang sudah di tagih bank karena meminjam modal untuk pembangunan dapur.
“Jadi memang banyak yang sudah bangun dapur, utang ke bank, di kejar-kejar bank. Izinkan kami kasih waktu sedikit lagi untuk kemudian kami bereskan,” tegas Mas Dar.
Sudaryono menyebut, saat ini jumlah SPPG yang sudah beroperasi sebanyak 27.485. Saat ini pihaknya tengah fokus menyisir melakukan penertiban untuk memastikan tata kelolanya baik dan sesuai dengan SOP.
Dia meminta waktu sampai Oktober untuk menyelesaikan permasalahan MBG. Termasuk dengan penertiban SPPG.
“Jadi kami izinkan di September kalau sudah jelas peraturannya, fix dari Kementerian Keuangan dan K/L yang berhubungan ini secara aturan beres semua. Jadi tidak ada lagi aturan yang kita langgar yang itu kemudian membuat masalah di kemudian hari,” ujar Sudaryono
Tak mau menambah masalah
Dia menegaskan, moratorium ini di perlukan untuk tidak menambah masalah. Sudaryono mengaku, dirinya tak mau ada SPPG baru sebelum SPPG yang sudah beroperasi memiliki tata kelola yang baik.
BACA JUGA:
Harga Telur tak Wajar jadi Sorotan Badan Gizi Nasional
“Intinya kami di Agustus ini izinkan membereskan 27 ribu yang sudah operasional mengenai tata kelola. Peraturannya mesti bener dulu. Jangan sampai ini belum beres, kita buka buka buka akhirnya numpuk masalah,” kata dia.
Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Kepala BGN mengubah aturan jam kerja baru bagi Kepala dapur di seluruh SPPG.
Menurutnya, pengawasan kini di lakukan secara ketat. Termasuk melalui pengecekan langsung via konferensi video (zoom) pada jam-jam krusial.
Sudaryono menjelaskan, aturan jam kerja telah di tetapkan dalam dua shift utama.
Mas Dar menyebut, langkah tersebut di ambil untuk memastikan kehadiran personel di saat-saat paling penting dalam proses pengolahan makanan.
Untuk meminimalkan celah kelalaian, BGN menerapkan sistem absensi manual melalui aplikasi Zoom pada pukul 02.00 (di sesuaikan dengan zona waktu masing-masing wilayah).
(Bambang Fouristian)



