PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyoroti persoalan tongkang batu bara yang beberapa waktu lalu mencemari perairan Pangandaran.
Susi Pudjiastuti berharap, kondisi laut di pesisir selatan Jawa Barat bisa kembali bersih.
BACA JUGA:
Susi Pudjiastuti Sambut Kedatangan Ketua DPD Demokrat Jabar di Pangandaran, Bahas Potensi Daerah Hingga Kolaborasi
”Ya, semoga bersih kembali, itu aja,” kata Susi saat di temui di kediamannya di Pangandaran, Kamis (27/8/2026) malam.
Menurut Susi, pembersihan ceceran batu bara kurang optimal. Sebab sisa-sisa batu bara yang masih ada di laut sulit di jangkau.
”Mau di apain? Mau di pungutin ya paling yang dari pinggir loh, yang di laut kan enggak bisa,” ujarnya.
Susi mendesak pihak perusahaan bertanggung jawab atas insiden tersebut. Menurutnya, seharusnya pihak perusahaan di beri sanksi tegas. Salah satunya berupa ganti rugi kepada masyarakat terdampak.
”Harus bayar kerugian agar bisa untuk bangun apa gitu masyarakat di situ,” katanya.
Ia menilai, ganti rugi itu penting agar masyarakat pesisir yang terdampak pencemaran bisa kembali beraktivitas dan mendapatkan manfaat langsung.
Sebelumya, sebuah tongkang bermuatan batu bara 8.000 ton sengaja di damparkan di Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Tongkang yang di tarik Tugboat Titan 33 itu mengalami kerusakan lambung hingga air laut masuk ke badan kapal.
BACA JUGA:
Terkait Dugaan Penipuan, Pendamping PKH Pangandaran Angkat Suara
Berdasarkan pemeriksaan Sat Polairud Polres Pangandaran, pintu lambung kanan tongkang rusak saat berlayar dari Palembang menuju Cilacap. Kerusakan itu membuat air laut masuk dan tongkang menjadi miring serta tidak stabil.
Insiden tersebut sempat mencoreng sejumlah pantai di Pangandaran beberapa waktu lalu.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga telah berkoordinasi dengan KSOP dan pihak terkait untuk mendata kerugian serta menindaklanjuti tanggung jawab perusahaan pemilik tongkang.
(Sajidin)



