spot_imgspot_img
Selasa 25 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PT Oishii Food Indonesia Ekspor 20 Ton Kecap ke Belanda, UMKM Bekasi Tembus Eropa

BEKASI, FOKUSJabar.id: Produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) asal Kabupaten Bekasi kembali berhasil memperluas jangkauan pemasarannya hingga ke luar negeri. PT Oishii Food Indonesia mencatatkan langkah baru dengan melakukan ekspor perdana produk kecap ke pasar Eropa.

Sebanyak 20 ton kecap di kirim ke Belanda dalam kegiatan pelepasan ekspor yang di gelar di Desa Karangsatria Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin, 24 Agustus 2026.

BACA JUGA:

Kekeringan Ancam 1.354 Hektare Sawah, Pemkab Bekasi Salurkan 83 Pompa Air

Capaian ini menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM daerah untuk memperkuat posisi produk lokal di pasar internasional.

Keberhasilan PT Oishii Food Indonesia menembus pasar Belanda juga menjadi hasil kerja sama sejumlah pihak.

Kolaborasi tersebut melibatkan Bank Indonesia, Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian UMKM, Kementerian Perdagangan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan apresiasi terhadap pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan PT Oishii Food Indonesia memasuki pasar Eropa menunjukkan bahwa produk UMKM dari Jawa Barat memiliki peluang untuk bersaing dengan produk dari negara lain.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus men-support, saling support dan saling membantu untuk membesarkan UMKM-UMKM yang ada di Jawa Barat,” ujar Erwan.

Erwan menilai, ekspor perdana ke Eropa merupakan pencapaian yang patut di apresiasi. Ia berharap, langkah yang di lakukan PT Oishii Food Indonesia dapat mendorong semakin banyak UMKM di Jawa Barat. Terutama Kabupaten Bekasi untuk mengikuti jejak serupa dan memperluas pasar hingga mancanegara.

“Ini sangat cepat sekali. Tahun 2025 mengikuti pameran KKI, sekarang 2026 sudah bisa ekspor ke Belanda. Sebelumnya juga sudah enam kontainer ke Arab Saudi,” katanya.

Menurut Erwan, berbagai kegiatan promosi dan pameran memiliki peran penting dalam membantu UMKM menemukan peluang pasar baru.

Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha dapat bertemu secara langsung dengan calon pembeli atau buyer dari berbagai negara.

BACA JUGA:

Sebanyak 1.110 WBP Lapas Cikarang Bekasi Terima Remisi, 21 Narapidana Bebas

Pertemuan dengan buyer menjadi salah satu pintu bagi UMKM untuk mengenalkan produk sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan.

Karena itu, Pemprov Jawa Barat terus mendorong pelaku usaha untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan yang dapat mempertemukan mereka dengan pasar internasional.

Erwan juga memastikan Pemprov Jawa Barat siap memberikan dukungan kepada pelaku UMKM yang memiliki keinginan memperluas pasar ekspor.

Pemerintah daerah bahkan telah membangun komunikasi dengan sejumlah perwakilan negara yang berpotensi menjadi tujuan pemasaran produk UMKM Jawa Barat. Mulai dari kawasan Eropa Timur hingga Australia.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bantu untuk mengembangkan ekspor ke belahan dunia lainnya, ke berbagai benua,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pengiriman kecap PT Oishii Food Indonesia ke Belanda telah memiliki pasar yang jelas karena di lakukan berdasarkan pesanan.

Hal tersebut sekaligus memperlihatkan adanya permintaan terhadap produk asal Indonesia di pasar luar negeri.

Menurutnya, peluang tersebut juga berkaitan dengan keberadaan masyarakat keturunan Indonesia yang tinggal di berbagai negara.

Produk-produk Indonesia memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut sekaligus menjadi pintu masuk bagi UMKM lokal untuk berkembang secara global.

Apresiasi juga di sampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin. Ia menilai, keberhasilan PT Oishii Food Indonesia menunjukkan bahwa UMKM daerah mampu berkembang hingga mencapai tahap ekspor dan menjangkau konsumen di mancanegara.

“Selamat kepada PT Oishii Food Indonesia yang telah naik kelas dari UMKM. Tentunya ini ekspor yang pertama dan mudah-mudahan di ikuti oleh UMKM-UMKM yang lain yang ada di Kabupaten Bekasi,” kata Endin.

Menurut Endin, pencapaian tersebut dapat menjadi pemicu bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk.

Selain menjaga mutu, pelaku usaha juga di dorong memperkuat daya saing dan memperluas akses pemasaran agar mampu menjangkau konsumen di pasar yang lebih besar.

Pemkab Bekasi terbuka terhadap pengembangan UMKM dan siap memberikan fasilitasi yang di butuhkan. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mendorong aktivitas usaha sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi selalu terbuka dan siap memfasilitasi adanya UMKM untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan PT Oishii Food Indonesia juga di nilai membawa nama Kabupaten Bekasi ke tingkat yang lebih luas.

BACA JUGA:

Pemekaran Bekasi Utara Mencuat, Akademisi Soroti Hasil Kajian 2008

Produk yang berasal dari daerah tersebut kini tidak hanya beredar di pasar nasional. Tetapi telah mampu menjangkau konsumen di luar negeri.

“Ini menjadi salah satu produk yang hari ini menjadi kebanggaan Kabupaten Bekasi, masuk lingkup internasional. Sehingga bisa mengharumkan nama Indonesia dan Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Endin berharap, capaian PT Oishii Food Indonesia dapat menjadi contoh bagi pelaku UMKM lain di Kabupaten Bekasi untuk terus berkembang dan berani menargetkan pasar ekspor.

Ia juga mendorong agar produk-produk lokal lainnya dapat mengikuti langkah serupa dan menjangkau berbagai negara tujuan.

“Semoga UMKM-UMKM lain yang ada di Kabupaten Bekasi bisa naik kelas dan bisa ekspor barang-barangnya. Baik itu ke Eropa maupun ke mancanegara yang lainnya,” pungkas Dia.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru