TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pagi yang tenang mendadak mencekam bagi warga Kampung Ciaren RT 010/RW 010, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026). Perselisihan sepele terkait batas tanah perkebunan memicu aksi pembunuhan sadis di lokasi tersebut.
Seorang pria paruh baya bernama Tata (45) tewas bersimbah darah tepat di atas lahan miliknya. Tetangganya sendiri yang berinisial E (30) menyerang korban secara brutal menggunakan senjata tajam.
Baca Juga: AHY Dijadwalkan Kunjungi Tasikmalaya, Stadion Kaliki Mangunreja Diharap Jadi Sorotan
Warga Temukan Korban Tergeletak Tak Bernyawa
Warga sekitar mendadak gempar saat menemukan tubuh korban pada pukul 09.30 WIB di area kebun. Sabetan senjata tajam mengakibatkan luka parah pada leher korban hingga tewas seketika di tempat kejadian.
Suasana duka dan syok langsung menyelimuti masyarakat Kampung Ciaren. Warga tidak menyangka pertengkaran batas tanah dapat merenggut nyawa sesama tetangga.
Polisi Ringkus Pelaku Tanpa Perlawanan
Aparat penegak hukum bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Kapolsek Karangjaya Iptu Saptaji mengonfirmasi langsung insiden berdarah yang mengguncang wilayahnya tersebut.
“Iya benar ada kejadian, dan pelakunya sudah diamankan di Polres Tasikmalaya Kota,” kata Saptaji.
Pelaku berinisial E tidak berupaya kabur usai melancarkan aksinya. Ia memilih bertahan di sekitar lokasi hingga jajaran Polsek Karangjaya datang meringkusnya tanpa perlawanan.
Emosi Sesaat Pemicu Utama Pembunuhan
Pemeriksaan awal kepolisian menunjukkan bahwa korban dan pelaku saling mengenal serta tinggal di permukiman yang sama. Polisi memastikan insiden maut ini murni terpicu oleh emosi sesaat saat cekcok masalah patok batas lahan, bukan karena dendam lama.
“Tidak ada dendam, hanya berselisih masalah batas tanah,” kata Saptaji.
Petugas telah melimpahkan kasus ini ke Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota untuk penyidikan mendalam. Pelaku kini mendekam di balik jeruji besi dan menghadapi ancaman hukuman berat.
(Abdul Latif)



