SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya memperkuat pemahaman literasi dan inklusi keuangan generasi muda. OJK memberikan edukasi kepada ratusan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran Jatinangor.
Langkah ini membekali mahasiswa dengan ilmu pengelolaan keuangan secara bijak. Mahasiswa juga mengenali modus kejahatan keuangan yang mengincar generasi muda.
Baca Juga: Sumedang Ngabatik 2026, Pemkab Dorong Batik Khas Sumedang Mendunia
OJK menyampaikan materi dalam kegiatan Pengenalan Mahasiswa Baru (PAMUKA) Tahun Akademik 2026/2027. Acara berlangsung di Aula 1 Gedung PPBS B Unpad.
Antisipasi Kejahatan Finansial Digital
Asisten Manajer OJK Tasikmalaya Andriani Alfiah menyebut mahasiswa sangat rentan menjadi sasaran kejahatan finansial. Modus tersebut meliputi pinjaman online ilegal, investasi bodong, penipuan digital, dan judi online.
“Memasuki dunia perkuliahan menjadi awal kemandirian finansial bagi banyak mahasiswa. Karena itu, penting untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak, memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan, serta selalu menerapkan prinsip 2L yakni Legal dan Logis,” ungkap Andriani Alfiah pada Senin (10/8/2026).
Andriani meminta mahasiswa memahami karakteristik layanan keuangan sebelum menggunakannya. Pemahaman yang baik memproteksi masa depan mahasiswa dari jeratan utang.
OJK juga mengingatkan mahasiswa agar menggunakan fitur paylater secara bijak. Mahasiswa sebaiknya tidak memakai pembiayaan digital hanya untuk memenuhi gaya hidup atau tren FOMO.
“Kami mengimbau para mahasiswa untuk selalu mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum menggunakan fasilitas pembiayaan agar tidak terjebak dalam beban utang yang dapat mengganggu kondisi keuangan pada masa mendatang,” paparnya.
Inovasi Program PAMUKA Unpad 2026
Penanggung Jawab PAMUKA 2026 Mira Trisyani Koeryaman menyambut positif kolaborasi bersama OJK. Pihak kampus mewajibkan pembekalan literasi keuangan bagi seluruh mahasiswa baru.
“Berbeda dengan tahun sebelumnya, PAMUKA tahun 2026 ini, kami melibatkan sejumlah instansi eksternal termasuk OJK untuk memberikan edukasi mengenai literasi keuangan, keamanan kampus, dan perlindungan kesehatan bagi mahasiswa baru,” ungkapnya.
Mira berharap materi ini mencegah mahasiswa menjadi korban kejahatan finansial.
“Kalau mereka sudah mengenal dan memahami aktivitas keuangan yang Ilegal, tentu para mahasiswa bisa menghindarkan diri untuk tidak menggunakan produk dan layanan lembaga jasa keuangan tersebut, sehingga terhindar dari kerugian keuangan dan lainnya,” ucap Mira.
Cetak Generasi Cerdas Finansial
OJK mendorong mahasiswa Unpad mengimbangi kecerdasan akademik dengan kecerdasan finansial. Mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi keuangan sehat kepada masyarakat.
“Dengan meningkatnya literasi keuangan diharapkan, mahasiswa bisa menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi yang benar mengenai produk dan layanan jasa keuangan kepada keluarga maupun masyarakat, sekaligus berperan aktif dalam mencegah maraknya aktivitas keuangan ilegal yang dapat merugikan semua,” pungkas Andriani.
(Seda)



