spot_imgspot_img
Senin 10 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ciptakan Karya Berkarakter Kuat, Inilah Para Jawara Ajang Sumedang Ngabatik 2026

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Sumedang Ngabatik 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi desain biasa. Kegiatan ini memfasilitasi masyarakat untuk mengaktualisasikan potensi batik khas Sumedang.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir membuka acara ini di Pendopo PPS pada Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Tertibkan Bangli dan PKL Kiaracondong, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Sediakan 800 Kios Relokasi

“Ini menjadi wahana untuk mengaktualisasikan potensi batik Sumedang dan ini menjadi ruang,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

Daftar Para Pemenang Lomba

Shaskia Sulistiawati dari SMAN Darmaraja menyabet Juara I kategori pelajar melalui karya “Simbol Kebanggaan Sumedang”. Ia mengantongi nilai akhir 78,27.

Ananda Namira Syaidatunnisa dari SMA Yadika Tanjungsari meraih Juara II dengan skor 78,13.

Shufi Zaenal Muttakin dari SMK PPN Tanjungsari menyabet Juara III lewat karya “Batik Kejayaan Sumedang Larang”.

Pada kategori umum, Rania Salsabila dari Rumah Batik Sumedang memenangkan Juara I dengan nilai 84,80.

Nadzifatin Alfi Anifa dari Komunitas Endikat Teman Bicara mengamankan posisi Juara II.

Sementara itu, Humaira Arsya Ufinadifa dari Komunitas Batik Sumedang meraih Juara III lewat karya “Seni Tarawangsa Rancakalong”.

Penguatan Identitas dan Narasi Budaya

Dony mendorong perajin memadukan tradisi lokal dengan inovasi modern. Terlebih motif batik harus membawa narasi sejarah dan filosofi budaya yang kuat.

“Identitas Sumedang harus kita menggali. Tradisi kita padukan dengan inovasi. Batik ini juga harus memiliki narasi, sehingga ketika orang melihatnya ada cerita tentang Sumedang, ada sejarah, budaya dan filosofi yang terkandung di dalamnya,” ujar Bupati Dony.

Dony mengajak para pelaku usaha batik untuk berani melakukan perubahan dan meningkatkan daya saing.

“Tidak ada kemajuan tanpa perubahan, tanpa kita berkompetisi. Kemudian ini menjadi ruang dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Ia menargetkan ajang ini melahirkan motif otentik yang menjadi penanda khas Kabupaten Sumedang.

“Saya harap, dari kegiatan hari ini lahir sebuah karya yang nantinya ketika orang melihatnya langsung berkata, ‘Ini batik Sumedang,” katanya.

(SumedangKab/Irfansyahriza)

spot_img

Berita Terbaru