SUMEDANG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kabupaten Sumedang mendorong pengembangan batik dengan ciri khas daerah. Langkah ini bertujuan melahirkan motif batik yang menggambarkan identitas kuat Sumedang.
Kekayaan sejarah dan budaya lokal memberikan modal besar bagi para pengrajin. Berbagai unsur budaya menjadi sumber ide untuk menciptakan motif berfilosofi tinggi.
Baca Juga: Pemkab Sumedang Siapkan Trase Baru Jalan Haurpapak untuk Atasi Jalan Amblas
Pemkab Sumedang menyampaikan dorongan ini pada acara Sumedang Ngabatik 2026 di Pendopo PPS. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk mempromosikan potensi budaya lokal.
Sumber Inspirasi Motif Lokal
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengajak masyarakat menggali kekayaan sejarah daerah. Inspirasi dari sejarah dapat menghasilkan karya seni yang bernilai tinggi.
“Sumedang punya banyak sekali sumber inspirasi. Tinggal bagaimana semua kekayaan itu kita tuangkan menjadi sebuah karya batik yang indah, orisinal, memiliki filosofi, dan benar-benar mencerminkan karakter Sumedang,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat membuka Sumedang Ngabatik 2026 di Pendopo PPS Kabupaten Sumedang, Senin, 10 Agustus 2026.
Sejumlah ikon daerah menyimpan potensi besar untuk desain kain batik. Pengrajin bisa mengeksplorasi Mahkota Binokasih, Kuda Renggong, Lingga, Hanjuang, Gunung Tampomas, hingga Waduk Jatigede.
Seni dan budaya Sunda juga memberikan ide melimpah bagi motif batik. Unsur-unsur ini memperkuat karakter dan pesan moral setiap motif.
Sistematis dari Hulu ke Hilir
Panitia menyusun konsep acara secara menyeluruh, melingkupi perancangan desain hingga tahap pemasaran produk. Konsep ini menjamin keberlanjutan produk batik buatan perajin lokal.
Pemkab Sumedang merancang produk agar tidak berhenti sebagai karya perlombaan semata. Masyarakat luas dapat mengenali produk ini melalui strategi pemasaran yang tepat.
Bupati Dony menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Galih Dimuntur Kartasasmita atas dukungannya. Kehadiran tokoh nasional ini memberikan motivasi tambahan bagi pemerintah daerah.
“Terima kasih atas kehadiran Pak Galih Dimuntur Kartasasmita. Kehadiran ini kemudian menjadi motivasi bagi Kabupaten Sumedang untuk terus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat,” ujar Bupati Dony.
Dony menilai tata kelola kegiatan ini sebagai keunggulan utama Sumedang Ngabatik 2026. Rangkaian acara memfasilitasi kreator sejak tahap perancangan hingga penjualan produk.
“Kegiatan ini luar biasa, sistematis dari hulu sampai hilir. Mulai dari desain, kemudian nanti akan ikut terpasarkan, sehingga batik Sumedang bisa mendunia,” katanya.
Target Panggung Nasional dan Global
Pemkab Sumedang memproyeksikan batik lokal melangkah ke panggung pameran tingkat nasional. Keikutsertaan dalam berbagai pameran besar memperluas pengenalan motif khas Sumedang.
Bupati Dony menargetkan masyarakat Indonesia dan dunia mengenali keunikan ragam hias Sumedang.
“Agar di event nasional batik Sumedang dikenal oleh masyarakat di Indonesia, bahkan di dunia,” ujarnya.
Pengembangan motif batik menyatukan sejarah, alam, dan kebudayaan lokal secara harmonis. Strategi menyeluruh ini selanjutnya mengubah batik Sumedang menjadi ikon daerah yang berdaya saing global.
(Jingga Sonjaya)



