BOGOR,FOKUSJabar.id: Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi menerima 30 peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator BPS. Pertemuan berlangsung di Paseban Sri Baduga Balai Kota Bogor.
Para peserta menjalankan studi lapangan selama tiga hari di Kota Bogor. Mereka memilih Dinas Sosial Kota Bogor sebagai pusat pembelajaran utama.
Denny Mulyadi mendorong pejabat administrator untuk menghubungkan data dengan kebijakan publik secara optimal. Seorang pimpinan harus menyelaraskan kerja organisasi, kolaborasi, dan dampak bagi masyarakat.
Inovasi Aplikasi SOLID Pemkot Bogor
Sekda Kota Bogor mengapresiasi penunjukkan Dinas Sosial sebagai lokasi pembelajaran para peserta. Masalah data yang belum tervalidasi kerap menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah.
Pemkot Bogor mengandalkan aplikasi SOLID untuk mengharmonisasi berbagai data daerah. Aplikasi tersebut menjadi bahan pembelajaran penting bagi para peserta.
“Sebagus apapun regulasi dan secanggih apapun teknologi tanpa kemauan tidak akan ada hasil,” kata Denny Mulyadi.
Denny mengajak seluruh peserta membangun birokrasi adaptif dan kolaboratif. Pengambilan keputusan pemerintah wajib mengacu pada data yang akurat.
“Saya selalu bicara data yang baik dipimpin oleh kolaborasi yang baik dan diukur dengan dampak yang nyata. Kebijakan sosial yang baik harus dimulai dari data dan data itu pastinya terukur,” ungkapnya.
Alasan Pemilihan Kota Bogor
Plt. Kepala Pusdiklat BPS Ardi Adji membeberkan alasan pemilihan Kota Bogor. Keberhasilan Pemkot Bogor meraih KIGB Award atas inovasi SOLID menjadi pertimbangan utama.
“Melalui stula para peserta dapat melakukan pengamatan dan pembelajaran best practice dari unit kerja yang telah berhasil meningkatkan kinerja organisasinya. Diharapkan dapat mengidentifikasi, mengadopsi, dan mengadaptasi nilai-nilai terbaik serta keunggulan strategi organisasi yang sudah dimiliki Kota Bogor,” kata Ardi.
Ardi menambahkan bahwa peserta akan memanfaatkan keunggulan strategi Kota Bogor. Kemudian mereka menyusun rencana aksi perubahan kinerja manajemen berdasarkan hasil pembelajaran lapangan.
Para peserta akan menyajikan laporan individu dan kelompok dalam seminar mendatang.
Komposisi Lintas Kementerian Peserta
Sebagian besar peserta PKA Angkatan XI berasal dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi.
Beberapa instansi lain juga mengirimkan perwakilannya dalam kegiatan ini. Peserta mencakup perwakilan Kementerian PANRB, Komnas HAM, BPPIP, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kebudayaan, hingga KPK.
(PemkotBogor/Irfansyahriza)



