BANDUNG,FOKUSJabar.id: Komunitas Bandung Belong To Us siap menggelar kembali perhelatan Flower City Fest 2026 pada 9 Agustus 2026 mendatang di Lapangan PPI Pussenif, Kota Bandung. Event ini mengusung semangat besar untuk mempertemukan berbagai lintas generasi serta ragam genre musik ke dalam satu panggung bersama.
Festival musik bergengsi ini tidak hanya mengandalkan aksi panggung jajaran musisi ternama, tetapi juga menyuguhkan beragam fasilitas interaktif yang memanjakan kenyamanan para pengunjung.
Baca Juga: Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Resmi Digelar di Bali
Supervisi Flower City Fest, Coach Eza, mengungkapkan bahwa dukungan penuh dan antusiasme tinggi dari para penonton menjadi pendorong utama penyelenggaraan acara ini.
Eza menjelaskan bahwa Flower City Fest lahir dari keresahan bersama untuk memberi warna baru di tengah maraknya festival musik di Kota Bandung. Ia mengaku berawal dari pengalaman pribadinya yang pernah menjadi penonton dan penikmat musik jalanan.
“Jadi spiritnya tetap barudak ya. Kenapa tuh barudak?. Adanya Flower City Fest ya terus tumbuh dan berkembang bersama teman-teman semua yang ada di sini,” kata Eza, Minggu (2/8/2026).
Lebih lanjut, Eza menegaskan bahwa panitia senantiasa menyerap aspirasi penonton dalam menentukan deretan pengisi acara (line up), salah satunya melalui jajak pendapat di media sosial.
Aksi Panggung ke 3 Burgerkill
Pada edisi Flower City Fest tahun ini, grup musik Burgerkill kembali mengantongi kepercayaan untuk tampil menghentak panggung. Penampilan ini menjadi aksi panggung ketiga kalinya bagi band cadas tersebut di ajang Flower City Fest.
Eza menilai Burgerkill sebagai salah satu nama besar yang memegang sejarah panjang serta konsisten menjaga eksistensinya hingga kini. Selain merangkul musisi senior, Flower City Fest memegang komitmen kuat untuk membuka ruang apresiasi bagi band-band pendatang baru serta generasi pemusik muda yang tengah bermunculan di Bandung.
“Tidak lupa juga kita selalu support juga beberapa band baru yang baru bermunculan, generasi baru, yang perlu diapresiasi juga oleh teman-teman di Bandung, entah itu sebagai promotor, musisi, dan juga audiens,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eza menyuarakan harapannya agar anak-anak muda Bandung tidak sekadar menjadi penikmat karya musik. Melainkan berani mengambil peran sebagai pelaku industri kreatif melalui karya nyata.
Diversitas atau keberagaman menjadi salah satu identitas utama yang terus dibina oleh Flower City Fest. Pihak penyelenggara berikhtiar meleburkan sekat batasan antargenre maupun antar-komunitas pecinta musik.
“Adanya Flower City Fest tidak membuat gap itu ada. Jadi semua teman-teman bisa menikmati dari kakak-kakak kita yang sudah berperan menjadi musisi di Bandung duluan. Bahkan generasi sekarang juga tetap diapresiasi,” katanya.
Konsep Inklusif
Konsep inklusif tersebut mewujud nyata melalui kehadiran panggung Pop Sunda di tengah dominasi musik keras. Setelah sukses menghadirkan Bungsu Bandung pada edisi sebelumnya, tahun ini Flower City Fest menyuguhkan sentuhan musik etnik Sunda lewat penampilan penyanyi Yayan Jatnika.
Di sisi lain, Supervisi Flower City Fest, Fahmi, menyebutkan bahwa penyelenggaraan tahun ini mencatatkan lompatan kualitas dibandingkan edisi terdahulu. Pihaknya mencurahkan perhatian lebih terhadap penyediaan fasilitas umum serta kenyamanan para pengunjung.
Fahmi memandang Flower City Fest kini telah bertransformasi menjadi wadah perjumpaan strategis bagi seluruh pemangku kepentingan industri musik. Mulai dari musisi, vendor pertunjukan, penonton, hingga promotor acara.
“Jadi kita emang secara tim juga benar-benar tahun sekarang teh benar-benar fokusnya ke fasilitas juga gitu, ke fasilitas penonton, ke kenyamanan penonton, dan lain-lain,” katanya.
Fahmi membocorkan bahwa Flower City Fest 2026 bakal menghadirkan tiga panggung berbeda. Selain panggung utama (main stage) yang mengusung konsep twin stage, panitia menyiapkan panggung mini Supermusic x BBTU serta panggung Aalitan.
Tak hanya pertunjukan musik, festival ini tetap mempertahankan arena kaulinan (permainan tradisional). Serta area Botram (makan bersama) sebagai bagian dari daya tarik khas Flower City Fest.
(Arif)



