TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Tugu Koperasi di Jalan Mohammad Hatta, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, memasuki babak baru sejarah. Pemerintah resmi merevitalisasi sekaligus menetapkan monumen bersejarah perjalanan perkoperasian tanah air ini sebagai Cagar Budaya Nasional.
Menteri Koperasi (Menkop) RI Dr. Ferry Juliantono bersama Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan langsung pencanangan tersebut dalam acara di Gedung Tugu Koperasi Tasikmalaya, Minggu (26/7/2026).
Baca Juga: Milangkala ke-394, Saatnya Tasikmalaya Meneguhkan Semangat Gotong Royong Membangun Daerah
Momentum istimewa ini menandai peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 sekaligus membakar kembali ikhtiar gerakan ekonomi kerakyatan di Indonesia.
Acara tersebut mengumpulkan sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Wakil Menteri Koperasi RI Hj. Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi Krisdiantoro, Pengurus Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jawa Barat Yuke Muliani Septina, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, serta Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari Putri.
Menkop Ferry Juliantono Tegaskan Koperasi Sebagai Soko Guru Ekonomi
Menkop RI Ferry Juliantono menyambut gembira langkah pembenahan Tugu Koperasi dan penetapan status cagar budaya tersebut. Lokasi ini menyimpan nilai historis tinggi bagi titik awal kelahiran gerakan koperasi nasional.
“Tugu ini adalah saksi lahirnya perkoperasian dan tempat terselenggaranya Kongres Koperasi Indonesia pertama pada tahun 1947. Dari Tasikmalaya inilah semangat ekonomi kerakyatan menggaung. Karena itu tempat ini harus kita jaga bersama dan kita hidupkan kembali sebagai kegiatan ekonomi rakyat,” ungkap Ferry Juliantono, Minggu (26/7/2026).
Ferry menekankan bahwa langkah ini memegang peran krusial dalam mengenang jasa tokoh perintis koperasi Indonesia. Monumen ini menempatkan Kota Tasikmalaya sebagai pusat perjuangan ekonomi rakyat.
“Semangat gerakan perkoperasian pada masa lalu, ini harus kita tanamkan kepada generasi muda bangsa. Dan Tugu Koperasi ini menjadi saksi sejarah lahirnya gerakan koperasi kerakyatan yang menjadi identitas masyarakat di Tasikmalaya saat itu,” ajaknya.
Menkop mengingatkan posisi koperasi sebagai soko guru dan pilar utama pendorong ekonomi nasional yang tangguh mengarungi guncangan global.
“Hari ini kita bersama melakukan pencanangan revitalisasi Tugu Koperasi dan penetapan sebagai Cagar Budaya bukan sekadar seremoni, namun sebagai spirit bagi semua untuk menumbuhkan aktivitas perekonomian rakyat yang berkelanjutan berbasis kerakyatan,” paparnya.
Ferry mengarahkan penggalangan dana dari jejaring koperasi nasional guna menyelesaikan penataan fisik kawasan ini. Langkah ini bakal menyulap Tugu Koperasi menjadi ruang publik modern bagi generasi Z dan milenial.
Fadli Zon Sebut Koperasi Sebagai Akar Budaya Gotong Royong
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengaku bangga atas revitalisasi monumen bersejarah ini. Langkah ini mengimplementasikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memulihkan fungsi Tugu Koperasi sebagai pusat pergerakan warga.
“Kongres 1947 di Tasikmalaya punya makna besar dan sejarah penting. Kota ini dulu jadi sasaran Belanda karena menjadi pusat pemerintahan juga pusat kekuatan ekonomi rakyat. Koperasi lahir sebagai upaya untuk memperkuat ekonomi rakyat yang menjadi budaya di tengah-tengah kehidupan masyarakat,” ungkap Fadli Zon.
Fadli menilai nilai gotong royong dalam koperasi mencerminkan kebudayaan asli Indonesia. Pemerintah terus menginventarisasi aset bersejarah demi menjaga identitas bangsa.
“Dengan revitalisasi, bangunan Tugu Koperasi yang menjadi perjalanan sejarah gerakan ekonomi rakyat bisa menjadi terawat dan menarik. Dan target kita, tahun ini Tugu Koperasi yang menjadi saksi sejarah lahirnya perkoperasian tanah air, akan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional,” tegasnya.
Fadli mengutip Pasal 32 UUD 1945 tentang kewajiban negara memajukan kebudayaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bahu-membahu merawat warisan sejarah tersebut.
“Revitalisasi Tugu Koperasi bersejarah ini, tentu menjadi awal penting untuk terus menjaga dan melestarikan warisan sejarah ini agar tetap hidup untuk memberikan kebermanfaatan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tandas Fadli.
Pemkot Tasikmalaya Siapkan Tugu Koperasi Jadi Pusat Edukasi
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi menyebut Tugu Koperasi sebagai branding utama kota yang harus terus menyalakan semangat perjuangan tokoh bangsa, seperti Bung Hatta sang Bapak Koperasi Indonesia.
“Setelah direvitalisasi dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, Tugu Koperasi ini akan menjadi ikon baru di Indonesia khususnya di Kota Tasikmalaya. Tugu ini akan menjadi pusat edukasi gerakan koperasi, wisata sejarah sekaligus contoh pergerakan ekonomi masyarakat,” ucap Viman Alfarizi.
Ia berkomitmen mengobarkan kembali nilai-nilai Kongres Koperasi 1947 untuk memicu kebangkitan ekonomi warga.
“Kami ingin semangat kongres Koperasi di Tasikmalaya tahun 1947 silam, terlebih harus berjalan kembali guna memicu semangat gerakan ekonomi kerakyatan. Bahwa ekonomi rakyat harus tumbuh, budaya harus hidup, dari Tugu ini sejarah akan kembali berkobar,” pungkas Viman.
(Seda)



