spot_imgspot_img
Jumat 24 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

HIMAGEO Unsil Gelar Pengabdian Masyarakat, Bangun Desa Tangguh Bencana di Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Akademisi muda dari Himpunan Mahasiswa Geografi (HIMAGEO) Universitas Siliwangi (Unsil) menginisiasi aksi nyata lewat program Pengabdian Masyarakat pada 20 hingga 23 Juli 2026. Mereka mendampingi Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, untuk bertransformasi menjadi Desa Tangguh Bencana.

Selama empat hari, tim mahasiswa menyelenggarakan serangkaian kegiatan lapangan guna membangun kesadaran lingkungan, memperkuat sistem mitigasi bencana, serta menggerakkan ekonomi warga lewat pengelolaan sampah mandiri.

Baca Juga: Di Balik Meriahnya Hari Anak Nasional, KPAD Kota Tasikmalaya Ungkap Fakta Memprihatinkan tentang Kekerasan Anak

Mahasiswa mengawali gerakan inspiratif ini dari ruang kelas SD Negeri Mandalamekar lewat program Pendidikan Lingkungan interaktif. Mereka mengemas materi belajar sambil bermain untuk mengajak para siswa memahami pemilahan sampah serta pentingnya menjaga kebersihan alam sejak dini.

Pihak lokal menyambut hangat kehadiran para akademisi muda ini di tengah-tengah pemukiman.

“Kegiatan ini sangat menginspirasi masyarakat dan sangat berguna bagi masyarakat. Kami merasa terbantu dengan adanya edukasi yang diberikan serta keterlibatan mahasiswa yang langsung turun dan berbaur bersama warga,” ujar Asep, selaku Kepunduhan Desa Mandalamekar, dengan penuh apresiasi.

Aksi berlanjut ke area rawan pergerakan tanah. Mahasiswa bersama warga menanam 30 bibit pohon konservatif dan produktif guna memperkuat struktur tanah sekaligus menjaga kelestarian ekosistem lokal.

Sampah Organik Bernilai Ekonomi

Selain mencegah risiko longsor, mahasiswa membagikan keterampilan mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi. Inovasi ini mengubah sampah organik yang semula menumpuk menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomi bagi warga.

Ketua HIMAGEO Unsil, Dadang Setia Permana, menegaskan bahwa program pengabdian ini merupakan wujud penerapan ilmu geografi secara langsung di tengah masyarakat.

“Pengabdian masyarakat bukan hanya tentang hadir dan melaksanakan program kerja, tetapi bagaimana kami dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ungkap Dadang pada Jumat (24/7/2026).

Dadang berharap edukasi lingkungan, penanaman pohon, dan pengolahan limbah ini menjadi fondasi kuat dalam membangun kesadaran kolektif warga. Sinergi antara mahasiswa dan warga Mandalamekar ini membuktikan bahwa langkah kecil di tingkat lokal mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru