PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Objek wisata Karang Nini di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, menawarkan alternatif destinasi bagi wisatawan yang mendambakan ketenangan. Perpaduan panorama tebing, hamparan pantai, serta pepohonan rindang menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Namun, di balik keindahan alam tersebut, sejumlah pengunjung mengeluhkan kondisi jalan menuju lokasi serta minimnya fasilitas penunjang.
Baca Juga: Curhatan Kades di Pangandaran, DD Dipangkas 70 Persen untuk KDMP
Pantauan di lokasi, Kamis (23/7/2026) memperlihatkan hamparan padang rumput, pepohonan rindang, dan tebing megah yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Dari atas tebing, pengunjung menyaksikan bentangan pantai serta deburan ombak khas pesisir selatan.
Suasana yang relatif sepi menarik minat para pelancong yang ingin melepas penat dan menjauh dari keramaian.
Seorang wisatawan asal Cilacap, Agung, sengaja datang seorang diri untuk beristirahat dari rutinitas. Kunjungan ini menjadi kedatangan keduanya ke Karang Nini.
“Kebetulan sebelumnya sudah pernah ke sini satu kali. Tempatnya adem, nyaman, sunyi, masih belum banyak orang yang tahu. Jadi enak buat healing,” kata Agung.
Wisatawan asal Banjar, Pahran (18), mengutarakan hal serupa. Ia telah berkunjung sebanyak tiga kali karena menyukai suasana alam yang berbeda dari destinasi lain di Pangandaran.
Wisatawan Dorong Perbaikan Akses dan Fasilitas
Kendati menyukai suasana Karang Nini, Pahran meminta pihak pengelola segera membenahi fasilitas umum dan merenovasi jalan.
“Sebenarnya fasilitas kurang karena banyak yang tidak terurus. Aksesnya juga susah karena jalannya jelek. Mungkin juga masih kurang terekspos,” ujarnya.
Pahran menyebut Karang Nini sangat layak menyandang predikat hidden gem. Ia berharap pengelola meningkatkan kualitas kawasan tersebut agar mampu menyedot lebih banyak pengunjung.
Status Pengelolaan dan Tarif Masuk Karang Nini
Petugas loket Karang Nini, Undang, menjelaskan bahwa Palawi selaku anak perusahaan Perhutani mengelola kawasan wisata alam ini.
Pihak pengelola mematok harga tiket masuk sebesar Rp11.000 per orang. Sementara itu, tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp2.500 dan roda empat sebesar Rp5.000. Pengelola juga telah menyediakan fasilitas dasar seperti toilet.
Undang menerangkan bahwa pengunjung harus menempuh jarak sekitar 2 kilometer dari pintu masuk menuju bibir pantai. Jalur tersebut berada di atas lahan aset milik Perhutani.
“Jarak dari pintu masuk ke pantai sekitar dua kilometer. Jalannya memang milik Perhutani,” kata Undang.
Ia menambahkan bahwa angka kunjungan mencapai puncaknya pada akhir pekan. Pada hari Sabtu dan Minggu, jumlah wisatawan bisa menyentuh 70 orang, terutama saat rombongan wisata berdatangan.
Mengenai keluhan kerusakan jalan, Undang mengaku belum menerima informasi resmi terkait rencana perbaikan.
“Sejauh ini belum tau ya saya, ini belum ada rencana perbaikan,” ujarnya.
Meski harus menghadapi kendala akses dan fasilitas, Karang Nini tetap menjadi pilihan wisata alam unggulan di Pangandaran. Keheningan suasana, pemandangan tebing, serta keasrian alam menjadi nilai jual utama bagi pengunjung yang mencari pengalaman berbeda.
(Sajidin)



