TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Deru napas yang memburu dan tetesan keringat yang membasahi bumi menjadi saksi nyata perubahan besar di Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Di bawah sengatan terik matahari yang membakar kulit, tidak ada satu pun warga maupun prajurit yang memilih menjadi penonton pasif.
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, sebuah harmoni indah tercipta antara Satgas TNI dan masyarakat setempat. Mereka bersatu padu, meluruhkan ego, serta turun tangan langsung demi kemajuan desa tercinta.
Menyingkirkan Rintangan: Filosofi di Balik Sebatang Pohon Besar
Salah satu potret nyata kemanunggalan ini terlihat saat puluhan lengan kekar prajurit TNI dan otot-otot legam warga desa saling bertaut. Mereka bahu-membahu mengevakuasi sebatang pohon besar yang melintang keras di jalur pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT).
Alih-alih mengeluh, mereka menarik dan mendorong beban berat itu dalam satu ritme yang sama. Sesekali, pecah tawa renyah di antara mereka sebagai obat lelah yang instan sekaligus mengubah kerja keras menjadi simfoni kekebersamaan yang hangat.
Secara filosofis, batang pohon tumbang tersebut menyimbolkan rintangan, tantangan, dan keterbatasan yang kerap menghambat kemajuan desa. Namun, ketika TNI dan rakyat bergerak dalam satu irama, tidak ada batu sandungan yang terlalu besar untuk mereka singkirkan.
Bukan Sekadar Fondasi Beton, TPT Parungponteng Pelindung Masa Depan
Pembersihan jalur ini menjadi langkah awal yang krusial sebelum struktur TPT mulai menghunjam ke dalam bumi. Bagi masyarakat Parungponteng, proyek ini bukan sekadar urusan semen dan batu, melainkan sebuah benteng perlindungan untuk masa depan.
Secara geografis, wilayah Parungponteng memang membutuhkan penguatan struktur lahan yang kokoh. Pembangunan TPT ini membawa tiga dampak vital bagi warga:
- Mitigasi Bencana (Anti-Longsor): Mencegah pergeseran tanah, terutama saat intensitas hujan mulai meninggi.
- Mengamankan Urat Nadi Ekonomi: Memastikan akses jalan desa tidak terputus akibat bencana, sehingga mobilitas ekonomi tetap berjalan lancar.
- Menjamin Keselamatan Warga: Memberikan rasa aman bagi anak-anak dan lansia yang melintasi jalur tersebut sehari-hari.
Menghidupkan Kembali Ruh Gotong Royong
Kehadiran warga yang tumpah ruah di lokasi menjadi bahan bakar moral yang luar biasa bagi Satgas TMMD. Program ini membuktikan bahwa pembangunan daerah bukan hanya tugas tunggal pemerintah atau TNI semata, melainkan tanggung jawab bersama.
“Melalui kerja bersama, komunikasi terjalin lebih akrab, rasa saling percaya semakin kuat, dan kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh,” ungkap Kepala Desa Parungponteng, H. Entis Sutisna.
Senada dengan hal tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa agenda TMMD ke-129 ini menjadi momentum emas untuk merajut kembali jiwa gotong royong yang mungkin sempat tergerus zaman modern.
“Semangat gotong royong harus hidup kembali. TMMD ini adalah wujud nyata sinergi antara TNI, Pemda, Pemerintah Desa, dan masyarakat. Kami ingin memastikan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat Desa Parungponteng dan sekitarnya, sekaligus mewujudkan mimpi-mimpi mereka,” ujar Letkol Czi M. Imvan.
Warisan yang Lebih Kuat dari Sekadar Infrastruktur
Lebih dari sekadar memindahkan material pasir atau menyusun batu, TMMD ke-129 di Parungponteng sukses mengetuk hati setiap insan. Program ini berhasil membangun kembali jembatan emosional dan kemanunggalan sejati antara TNI dan rakyat.
Di tanah Parungponteng, semua pihak kini telah meletakkan sebuah fondasi yang jauh lebih kokoh dari sekadar Tembok Penahan Tanah berbahan beton. Fondasi tersebut berupa kasih sayang, rasa saling percaya, serta harapan baru yang tumbuh bersama demi masa depan desa yang lebih cerah dan aman.
(Abdul Latif)



