spot_imgspot_img
Rabu 8 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Balita 2 Tahun di Ciamis Alami Insiden Unik, Kepalanya Terjebak Kaleng Biskuit

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Momen bermain santai di dalam rumah seketika berubah menjadi kepanikan luar biasa bagi keluarga seorang balita di Kabupaten Ciamis. Kepala Naima Nurarafah (2), warga Dusun Puncak Asih, RT 001 RW 016, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, masuk dan tersangkut di dalam kaleng biskuit kosong. Pihak keluarga akhirnya memanggil petugas UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis untuk melakukan evakuasi, Selasa (7/7/2026) malam.

Insiden menegangkan itu bermula saat Naima memainkan sebuah kaleng biskuit kosong yang tergeletak di rumahnya. Pada awalnya, ia sempat memasang dan melepas wadah seng tersebut dari kepalanya tanpa kendala. Namun, saat ia mengulangi tindakan itu, kaleng justru menjepit kuat dan tidak mau lepas lagi.

Baca Juga: Jelang Masuk Sekolah, Pasar Manis Ciamis Dipenuhi Orang Tua Berburu Seragam Baru

Ibu korban, Riska (44), mengaku sudah mengerahkan berbagai cara untuk melepaskan kaleng tersebut dari kepala putrinya. Ia bahkan nekat menggunakan gunting untuk memotong bagian atas kaleng, namun upaya mandiri tersebut menemui jalan buntu.

“Awalnya saya kira bisa keluar sendiri. Sudah dicoba digunting juga tetap tidak berhasil. Akhirnya saya meminta bantuan Damkar setelah mendapat nomor teleponnya dari tetangga,” ujar Riska menceritakan kepanikannya.

Mako Damkar Kabupaten Ciamis menerima laporan darurat tersebut sekitar pukul 20.58 WIB. Merespons informasi darurat ini, tim yang sedang piket bersiaga langsung mengemas peralatan rescue dan meluncur ke lokasi kejadian guna menyelamatkan sang balita.

Petugas Damkar Ciamis, Seprinda, menjelaskan bahwa timnya semula berencana memotong kaleng biskuit itu menggunakan mesin gerinda mini. Namun, melihat korban yang masih berusia dua tahun terus menangis dan bergerak aktif, tim rescue menilai metode tersebut memuat risiko cedera yang sangat tinggi.

“Karena anak masih kecil dan terus bergerak, kami khawatir penggunaan gerinda justru membahayakan. Akhirnya kami memilih menggunakan gunting dan memotong kaleng secara perlahan hingga berhasil dilepaskan,” kata Seprinda merinci strategi penyelamatan timnya.

Tim rescue membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menuntaskan proses evakuasi tersebut. Selama tindakan penyelamatan berlangsung, para petugas menempatkan aspek keselamatan jiwa korban sebagai prioritas utama agar tidak memicu luka baru akibat gesekan seng.

Kasus Unik Pertama UPTD Damkar Ciamis

Seprinda mengakui, insiden tersebut menorehkan pengalaman baru bagi UPTD Damkar Kabupaten Ciamis dalam hal penanganan kedaruratan non-kebakaran yang melibatkan kepala balita terperangkap kaleng makanan.

“Kasus seperti ini baru pertama kali kami tangani. Memang kami sering menerima laporan penyelamatan non-kebakaran, tetapi untuk kepala balita yang tersangkut kaleng biskuit baru kali ini,” ungkap Seprinda jujur.

Riska menceritakan bahwa putrinya sempat menangis histeris karena merasakan sakit akibat jepitan kaleng yang tak kunjung terlepas. Tekanan pinggiran kaleng yang keras juga sempat menyisakan bekas memar kemerahan di kulit kepala Naima.

Meski demikian, Riska merasa sangat lega dan bersyukur karena seluruh proses evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan cedera fisik pada buah hatinya.

“Alhamdulillah tidak ada goresan dari proses evakuasi. Hanya bekas tekanan kaleng saja yang membuat kulitnya sempat merah,” ucap Riska penuh rasa syukur.

Peristiwa dramatis ini menjadi alarm pengingat berharga bagi para orang tua agar memperketat pengawasan saat anak-anak bermain di area rumah. Walau terkesan sepele, benda-benda rumah tangga seperti kaleng bekas menyimpan potensi bahaya fatal jika anak-anak memainkannya tanpa kontrol orang dewasa.

(Mia/Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru