spot_imgspot_img
Selasa 23 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dicky Candra Akui Guru Madrasah di Tasikmalaya Belum Sejahtera, Terkendala Keterbatasan Anggaran Daerah

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, mengintensifkan safari kunjungan keagamaan dengan menghadiri pergelaran Haflatul Imtihan di sejumlah pelosok wilayah. Langkah ini bertujuan untuk memotivasi para santri sekaligus menyerap langsung kondisi riil para tenaga pendidik keagamaan di tingkat akar rumput.

Orang nomor dua di Kota Tasikmalaya tersebut membagi waktu kunjungannya ke dua lokasi berbeda di Kelurahan Mangkubumi, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Senin (22/6/2026) malam.

Baca Juga: 600 Pelajar Tasikmalaya Tumpahkan Kreativitas di Festival Melukis Payung Geulis

Dicky mengawali safarinya dengan menyambangi agenda Imtihan Santri TKA/TPA/DTA Miftahul Hasanah di Kampung Pojok. Setelah itu, ia langsung bergeser untuk memenuhi undangan Imtihan dan Pengajian Umum di MDTU At-Taufiq, Kampung Sirnasari.

Kehadiran sang Wakil Wali Kota seketika menjadi lokomotif penyemangat bagi ribuan warga dan ratusan santri yang tengah merayakan kelulusan pendidikan dasar keagamaan. Anak-anak madrasah pun menyambutnya dengan antusias lewat unjuk gigi beragam pentas seni islami. Mulai dari seni tari Islam, qasidah, hingga pertunjukan musik religi.

“Madrasah memegang peran sentral dalam membentuk karakter anak serta mencetak generasi Qurani yang berakhlakul karimah. Lembaga non-formal seperti inilah yang melahirkan calon pemimpin bangsa yang santun. Terlebih berbudi pekerti luhur, dan siap membangun peradaban masyarakat,” ungkapnya, Senin (22/6/2026) malam.

Ia menambahkan, semarak Haflatul Imtihan yang menggandeng gema ayat suci Al-Qur’an, selawat nabi, serta kesenian hadroh mampu melembutkan hati, menenangkan jiwa, membersihkan pikiran, sekaligus mempertebal rasa syukur publik kepada Sang Pencipta.

Sentil Keterbatasan Fiskal Daerah, BKPRMI Tasikmalaya Desak Pemkot Prioritaskan Insentif Ustaz

Namun, di tengah kekhidmatan acara, Ia secara blak-blakan mengakui bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya belum mampu memberikan perhatian maksimal terhadap kesejahteraan para guru ngaji serta ustaz-ustazah madrasah. Ia berdalih keterbatasan kapasitas fiskal atau ruang anggaran belanja daerah menjadi ganjalan utama dalam penyaluran insentif yang layak.

“Kami sadar betul bahwa perhatian pemerintah terhadap para guru madrasah sejauh ini belum optimal. Kami memohon maaf atas keterbatasan ini. Namun, percayalah, kami bersama Wali Kota terus memeras otak dan berusaha keras mencari formula solusi serta jalan keluar terbaik,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah TKA/TPA/DTA Miftahul Hasanah, Alif Sunarto, melayangkan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan para anak didiknya menuntaskan pendidikan dasar Al-Qur’an secara lancar. Alif menegaskan kelancaran membaca para santri merupakan buah manis dari kesabaran para tenaga pengajar yang mengabdi tanpa lelah.

Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Tasikmalaya, Nuki Anwar Sidiq. Nuki melabeli madrasah Miftahul Hasanah sebagai salah satu lembaga pencetak santri berprestasi.Karena sukses mendominasi perolehan nilai di atas rata-rata saat ujian Munaqosah.

Nuki menyebut BKPRMI Kota Tasikmalaya mencatat sedikitnya 500 santri telah meloloskan diri dalam ujian Munaqosah sepanjang tahun ini. Kendati bangga, Nuki tetap menyelipkan desakan taktis agar Pemkot Tasikmalaya menaikkan porsi anggaran kesejahteraan bagi guru TPA.

Ia berpesan kepada para ustaz agar tetap ikhlas mengasuh anak bangsa. Karena aktivitas mendidik ngaji bernilai pahala amal jariyah yang abadi.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru