spot_imgspot_img
Selasa 23 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Program Kami Mendengar, Bupati Bogor Serap Aspirasi Sekolah dan Perkuat Kualitas Pendidikan

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mempercepat pembenahan mutu pendidikan daerah melalui skema pengawasan berbasis partisipasi publik. Langkah taktis ini mewujud lewat peluncuran program “Kami Mendengar”. Program yang berfungsi sebagai wadah serapan aspirasi sekaligus instrumen pemantauan kondisi riil infrastruktur sekolah di lapangan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen tersebut saat meninjau langsung kompleks SDN 04 Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Senin (22/6/2026). Selain menyapa para siswa dan guru, Rudy memanfaatkan kunjungan ini untuk memantau uji coba pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca Juga: Depok Siapkan Pengiriman Dokter dan Perawat ke Malaysia Melalui Kerja Sama dengan MSU

“Pemkab Bogor mengandalkan program ‘Kami Mendengar’ untuk menangkap kebutuhan warga sekolah. Namun, kami tidak hanya berhenti pada aktivitas mendengar. Kami turun langsung melihat realitas di lapangan dan segera mengeksekusi langkah-langkah darurat yang sekolah perlukan,” ujar Rudy Susmanto, Senin (22/6/2026).

Rudy menjelaskan bahwa Kabupaten Bogor memikul tantangan geografis dan demografis yang sangat masif. Karena menyandang status sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Saat ini, wilayah Bogor mengelola sebanyak 1.480 Sekolah Dasar (SD) dan 107 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang membutuhkan intervensi anggaran secara berkelanjutan.

Wajibkan Pejabat Jadi Inspektur Upacara, Bupati Bogor Percepat Pengangkatan Guru Honorer Jadi PPPK

Guna menyiasati besarnya skala pengawasan, Rudy menerbitkan instruksi khusus yang mewajibkan seluruh kepala perangkat daerah, sekretaris dinas, camat, kepala desa, hingga jajaran anggota DPRD untuk turun ke sekolah setiap hari Senin. Para pejabat berperingkat ini wajib bertindak sebagai inspektur upacara di berbagai SD dan SMP secara bergilir. Hal itu demi memotret langsung kelayakan fasilitas serta kebutuhan renovasi bangunan.

“Aparatur daerah harus melihat sendiri bagaimana kondisi anak-anak kita serta sarana yang mereka gunakan belajar harian. Kita sadar perubahan total tidak akan selesai dalam waktu satu tahun. Namun, perhatian yang konsisten akan melahirkan lompatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bogor,” jelas Rudy.

Di samping membenahi ruang kelas dan mengawal kecukupan gizi anak lewat menu MBG, Pemkab Bogor menempatkan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai prioritas utama. Rudy menegaskan bahwa guru merupakan ujung tombak yang memegang peran sentral dalam mencetak generasi emas masa depan.

Saat ini, Pemkab Bogor tengah mempercepat proses pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun pegawai paruh waktu secara bertahap. Rudy mencontohkan capaian positif di SDN 04 Cijayanti, di mana pemerintah daerah sukses melantik tiga dari tujuh guru honorer setempat menjadi aparatur PPPK resmi.

Rudy menutup kunjungannya dengan melayangkan apresiasi mendalam kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang menaruh perhatian luar biasa terhadap jaminan nutrisi pelajar dan masa depan dunia pendidikan nasional.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru