spot_imgspot_img
Senin 22 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

‘Sayyid Aang’ Orator Cilik Ciamis Guncang Aksi Mahasiswa di DPRD Ciamis, Soroti BBM dan MBG

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kehadiran seorang orator cilik mengenakan peci hitam mengejutkan ribuan massa di tengah aksi unjuk rasa Aliansi Cipayung Plus dan BEM Ciamis di halaman Gedung DPRD Kabupaten Ciamis, Senin (22/6/2026). Dengan suara lantang dan penuh keberanian, bocah tersebut menembakkan kritik tajam terhadap rentetan kebijakan pemerintah pusat yang ia nilai mencekik kehidupan masyarakat kecil.

Orator cilik bernama Sayyid Aang tersebut secara blak-blakan menyoroti dampak nyata dari carut-marut perekonomian nasional yang berimbas langsung pada keluarganya.

Baca Juga: Mahasiswa Ciamis Kritik Program MBG dan Kebijakan Pusat, Tuntut Tata Kelola Dibenahi

“Ayah saya juga bekerja sebagai sopir, dan beliau setiap hari mengeluh akibat kenaikan harga BBM yang terus melambung tinggi. Kami berada di sini karena kami menolak diam, kita harus bergerak menyerukan perubahan demi kebaikan bersama!” tegas Sayyid Aang dari atas mimbar bebas, Senin (22/6/2026).

Aang bahkan melontarkan kritik ekstrem dengan menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan saat ini justru membawa dampak buruk bagi kemandirian masyarakat.

“MBG itu beracun,” tegas Sayyid Aang.

Di sisi lain, ia melempar apresiasi tinggi kepada para mahasiswa abang-abang tingkatnya yang berani turun ke jalan demi menyuarakan ketidakadilan sosial.

Didikan Sakola Motekar, Tunjukkan Kedewasaan Berpikir di Luar Ruang Kelas

Sayyid Aang merupakan putra kandung dari Deni WJ, pendiri lembaga pendidikan alternatif ternama di Ciamis, Sakola Motekar. Bocah ajaib asal Dusun Cibunar, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya ini membuktikan kematangan berpikir, kedewasaan mental, serta kreativitas teatrikal yang jauh melampaui rata-rata anak seusianya.

Di lingkungan Sakola Motekar, para pengajar mengenal Aang sebagai sosok murid teladan yang mampu mencapai potensi optimal secara mandiri. Ia memiliki kemampuan luar biasa dalam mengelola aktivitas harian sekolah, memimpin rekan-rekannya, hingga memperkenalkan aturan serta sistem lembaga kepada lingkungan sekitar tanpa membutuhkan supervisi ketat dari guru formal.

Gaya retorika Aang di atas podium demo memvalidasi bahwa sistem pendidikan non-konvensional mampu melahirkan anak didik yang responsif terhadap realitas sosial melalui pemberian tanggung jawab dan kebebasan yang terarah.

Sebelumnya, ribuan aktivis mahasiswa dari berbagai kampus di Ciamis Raya memulai long march dari halaman Polsek Ciamis sekitar pukul 14.15 WIB. Koordinator Lapangan, Nuralim, menegaskan aksi besar ini bertujuan menuntut evaluasi total atas skema kebijakan pusat yang bersifat top-down karena terbukti gagal menyelaraskan diri dengan kebutuhan riil masyarakat lokal di daerah.

(IrfansyahRiza)

spot_img

Berita Terbaru