spot_imgspot_img
Senin 22 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BPS Depok Kerahkan 1.278 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

DEPOK,FOKUSJabar.id: Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok resmi memulai pergelaran akbar Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan menerjunkan ribuan petugas lapangan ke tengah masyarakat. BPS menerapkan metode pendataan langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) guna menyisir para pelaku usaha serta keluarga di seluruh penjuru wilayah perkotaan.

Agenda nasional yang memakan waktu cukup panjang ini bergulir sejak 15 Juni hingga berakhir pada 31 Agustus 2026 mendatang.

Baca Juga: ‘Sayyid Aang’ Orator Cilik Ciamis Guncang Aksi Mahasiswa di DPRD Ciamis, Soroti BBM dan MBG

Melalui pendataan masif ini, BPS membidik kepemilikan basis data struktural paling mutakhir mengenai dinamika riil ekonomi lokal serta peta perkembangan rupa-rupa sektor bisnis. Data akurat tersebut nantinya menjadi kompas utama bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pembangunan yang presisi dan tepat sasaran.

“Kami mengerahkan sebanyak 1.278 petugas terlatih untuk menyukseskan proses pendataan di lapangan. Kami sangat berharap masyarakat luas serta para pelaku usaha menyambut kehadiran petugas sensus dengan tangan terbuka, sekaligus memberikan jawaban yang jujur, valid, dan lengkap,” urai Kepala BPS Kota Depok, Agus Marzuki, Senin (22/6/2026).

Sasar Dua Kelompok Utama, BPS Depok Lakukan Pemutakhiran Data Bisnis Online dan Omzet Keluarga

Agus memaparkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 ini membidik dua rumpun kelompok sasaran utama. Kelompok sasaran pertama mencakup seluruh pelaku usaha yang menggerakkan roda ekonomi makro maupun mikro. Petugas memetakan profil usaha dari klaster pertanian, industri pengolahan, perdagangan, jasa pendidikan, sektor kesehatan, hingga unit bisnis kreatif lainnya yang beroperasi di Kota Depok.

Dalam mengeksekusi pendataan ini, personel lapangan berbekal kuesioner khusus guna menguliti profil operasional, manajemen, serta aktivitas bisnis harian masing-masing pengusaha.

“Langkah memotret profil pelaku usaha ini bertujuan agar negara memperoleh gambaran utuh mengenai potret struktur ekonomi Kota Depok. Informasi ini menjadi bahan baku krusial bagi perencanaan cetak biru pembangunan ekonomi masa depan,” jelas Agus.

Selain klaster bisnis formal, BPS menyasar kelompok rumah tangga sebagai target kedua. Pendataan ini mengemban misi penting untuk memperbarui informasi sosial-ekonomi penduduk dalam sistem basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Petugas membedah kondisi riil kesejahteraan keluarga lewat serangkaian pertanyaan indikator sosial.

Khusus bagi rumah tangga yang mengelola usaha mandiri termasuk bisnis digital atau toko online petugas bakal menghimpun instrumen data tambahan yang lebih mendalam. Informasi sensitif tersebut meliputi catatan omzet bulanan dan volume kapasitas produksi harian. Kemudian serapan tenaga kerja, hingga visualisasi angka pendapatan dan pengeluaran operasional.

Guna mengikis keraguan publik, BPS memberi jaminan mutlak bahwa hukum negara melindungi penuh kerahasiaan seluruh data individu warga. Agus mengajak seluruh elemen masyarakat Depok berpartisipasi aktif mengisi sensus demi melahirkan kebijakan publik yang mendorong kesejahteraan bersama.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru