BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mematangkan rencana untuk menggelar nonton bareng (nobar) turnamen sepak bola akbar Piala Dunia 2026 di berbagai penjuru kota. Kendati demikian, otoritas setempat menegaskan baru akan membuka ruang publik bagi warga setelah mengantongi izin resmi public viewing dari TVRI dan RRI selaku pemegang hak siar sah di Indonesia.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, membeberkan bahwa pemerintah pusat telah menginstruksikan seluruh pemerintah daerah agar memfasilitasi antusiasme pencinta sepak bola lewat nobar resmi. Namun, Farhan mewajibkan jajarannya untuk mematuhi koridor hukum dan aturan hak siar komersial demi menghindari pelanggaran hak cipta.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Warga, Taman Tegallega Bandung Berpotensi Digratiskan
“Kami saat ini masih menunggu hasil koordinasi final dengan pihak TVRI. Begitu TVRI dan RRI menerbitkan izin resmi public viewing, Pemkot Bandung segera menggerakkan fasilitas publik untuk menggelar nonton bareng bagi seluruh warga,” ujar Muhammad Farhan, Jumat (19/6/2026).
Farhan menguraikan, skema nobar kali ini akan mengadopsi konsep desentralisasi wilayah. Pemkot Bandung sengaja tidak memusatkan kerumunan massa pada satu titik raksasa, seperti yang biasa terjadi saat laga Persib Bandung. Manajemen kota justru memilih opsi penyebaran lokasi ke tingkat akar rumput dengan memberdayakan area publik di tingkat kecamatan agar mempermudah aksesibilitas warga.
Targetkan Babak Perempat Final, Wali Kota Bandung Gandeng Aparat Amankan Nobar
Mengenai linimasa pelaksanaan, Farhan menjelaskan bahwa pemerintah daerah baru akan membiayai fasilitas nobar komunal saat turnamen memasuki fase-fase krusial yang menentukan juara dunia.
“Kami memproyeksikan kegiatan nobar ini baru bergulir saat kompetisi memasuki babak perempat final, semifinal, hingga laga final. Keputusan ini berdasarkan pertimbangan efektivitas anggaran dan lonjakan animo penonton yang biasanya baru memuncak pada fase akhir turnamen,” jelas Farhan.
Farhan juga mengimbau warga agar tetap memanfaatkan perangkat televisi digital masing-masing untuk menikmati tayangan gratis di rumah. Namun, ia menyadari bahwa esensi sejati dari nobar adalah merawat ruang interaksi sosial dan memupuk silaturahmi. Serta menghidupkan kembali nilai kebersamaan antar-warga Bandung.
Guna mengantisipasi ragam kerawanan sosial di lapangan, Pemkot Bandung siap memperketat koordinasi dengan jajaran Polrestabes Bandung, Kodim 0618/BS. Serta para camat dan lurah setempat. Sinergitas ini bertujuan menjamin seluruh titik nobar di Kota Bandung senantiasa berada dalam kondisi yang tertib dan aman. Terlebih bersih dan nyaman bagi semua kalangan masyarakat.
(Yusuf Mugni)



