PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Unit Sekolah Baru (USB) SMAN Pancawaluya kini mulai menata dan memperkuat identitas luhurnya di tengah ekosistem pendidikan Kabupaten Pangandaran. Sebagai lembaga pendidikan negeri gres, sekolah ini mengusung nama “Pancawaluya” yang menyimpan filosofi mendalam, yaitu jembatan lima nilai utama menuju kebahagiaan dan kesuksesan hidup para peserta didik.
Ketua Penataan Layanan USB SMAN Pancawaluya, Sunardi, membedahkan bahwa nama tersebut mengombinasikan dua kata penuh makna. Kata “Panca” merepresentasikan angka lima, sedangkan “Waluya” mengandung arti kebahagiaan, kesehatan, atau kesejahteraan dalam falsafah Sunda.
Baca Juga: Warga Pangandaran Mayoritas Petani, Namun Tercekik Masalah Klasik
“Kami merangkum lima pilar utama dari kearifan lokal, mulai dari cager (sehat), bager (baik), bener (benar), pinter (cerdas), hingga singer (mawas diri/terampil). Sekolah kami wajib melahirkan program-program ciri khas yang mengakar pada lima nilai kebaikan tersebut,” ungkap Sunardi, Jumat (19/6/2026).
Meskipun baru mengemban tugas sekitar satu bulan, jajaran manajemen sekolah bergerak cepat merancang kurikulum operasional satuan pendidikan (KOSP) yang mengadopsi karakteristik Pancawaluya. Kedepan, SMAN Pancawaluya bakal menonjolkan penanaman nilai-nilai karakter kedaerahan serta muatan lokal (mulok) sebagai keunggulan kompetitif sekolah.
Mengenai implementasi program khusus seperti SMA Maung (Madrasah Ulung/Unggulan), Sunardi mengaku masih menunggu instruksi dan arahan teknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Namun, jika otoritas provinsi menetapkan institusi ini sebagai sekolah reguler, maka manajemen tetap akan mengembangkan jenama “Pancawaluya” sebagai ikon identitas mandiri.
Animo SPMB Tembus 700 Pendaftar, SMAN Pancawaluya Kejar Target Enam Rombel
Sebagai sekolah yang baru seumur jagung, SMAN Pancawaluya saat ini masih menghadapi keterbatasan sarana fisik. Manajemen baru menyediakan 6 ruang kelas, sementara laboratorium sains dan gedung penunjang administrasi lainnya masih nihil. Pihak sekolah memproyeksikan paket kelengkapan gedung baru bantuan pemerintah akan tiba pada awal Januari 2027 mendatang.
Dari sektor sumber daya manusia (SDM), sekolah baru ini mempekerjakan 7 orang guru komite/pns dan 1 tenaga tata usaha (TU). Bersama 1 kepala sekolah, total tim perintis berjumlah 9 orang. Manajemen memastikan jumlah tenaga pendidik ini akan terus bertambah seiring turunnya persetujuan distribusi guru dari Disdik Jabar.
Sunardi mengidentifikasi bahwa keterbatasan fasilitas dan upaya membangun reputasi di mata wali murid menjadi tantangan terbesar saat ini.
“Kami tentu menghadapi banyak kendala lapangan, termasuk pemanfaatan fasilitas seadanya untuk sementara waktu. Sebagai institusi baru, kami juga harus bekerja keras memupuk tingkat kepercayaan masyarakat luas,” jelas Sunardi.
Kendati demikian, Sunardi memelihara rasa optimisme yang tinggi. Data sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mencatat angka pendaftar ke SMAN Pancawaluya sudah menembus lebih dari 700 calon siswa, baik yang menjadikannya sebagai pilihan pertama maupun pilihan kedua.
“Lonjakan data pendaftar ini membuktikan bahwa masyarakat Pangandaran sudah mengenal eksistensi SMAN Pancawaluya. Kami memaklumi jika tingkat kepercayaan publik belum mencapai titik puncak karena status kami sebagai sekolah baru. Target awal kami adalah memenuhi kuota 6 rombongan belajar (rombel) atau setara 240 siswa, dan kami yakin sekolah ini akan terus berkembang pesat ke depan,” tutup Sunardi penuh harap.
(Sajidin)



