spot_imgspot_img
Jumat 19 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ciamis Ubah Cara Kelola Sampah, Berseka Jadi Senjata Membangun Budaya Bersih

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis menegaskan bahwa Program Bersih Se-Kecamatan (Berseka) bukan sekadar ajang perlombaan kebersihan musiman antar-desa dan kelurahan. Kebijakan strategis ini justru mengemban misi besar untuk membangun kultur pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan dengan menggerakkan partisipasi aktif seluruh elemen warga.

Berdasarkan hasil penilaian akhir Berseka 2026, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis menetapkan Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, sebagai Juara I. Menyusul di posisi kedua yakni Desa Karyamulya, Kecamatan Cisaga, serta Kelurahan Cigembor di peringkat ketiga. Sementara itu, panitia menobatkan Kecamatan Rancah sebagai Kecamatan Pembina Terbaik tahun ini.

Baca Juga: Orang Tua Tak Perlu Panik, Disdik Ciamis Jamin Semua Lulusan SD Masuk SMP

Sekretaris DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Aris Taufik Abadi, menjelaskan bahwa pihaknya mengemas instrumen penilaian Berseka sebagai bagian dari metode pembinaan terpadu. Pemerintah daerah ingin menumbuhkan kesadaran ekologis agar menjadi identitas serta budaya yang melekat erat di tengah pemukiman warga Tatar Galuh.

“Kami merancang Berseka melampaui batas kompetisi kebersihan biasa. Tim penilai menitikberatkan proses pemantauan lapangan sebagai metode pembinaan edukatif. Kami menuntut gerakan pelestarian lingkungan ini benar-benar lahir dan mengakar kuat dalam aktivitas keseharian masyarakat,” jelas Aris Taufik Abadi di ruang kerjanya, Jumat (19/6/2026).

Aris menguraikan bahwa rangkaian program Berseka 2026 telah bergulir sejak pertengahan April 2026 melalui pembekalan di tingkat kecamatan. Setiap camat mengirimkan dua desa atau kelurahan andalan untuk mengikuti karantina lingkungan, yang kemudian berlanjut pada fase pendampingan ketat hingga penilaian lapangan pada awal Juni kemarin.

Ukur Partisipasi Bank Sampah Mandiri, Pemkab Ciamis Kucurkan Ratusan Juta Rupiah

Guna menjaga objektivitas, tim penilai melibatkan rupa-rupa perangkat daerah lintas sektoral serta unsur masyarakat, termasuk para kader kelompok bank sampah unit. DPRKPLH menempatkan tingkat kepedulian swadaya masyarakat sebagai variabel penguji yang paling krusial.

“Kami mengukur seberapa jauh warga setempat memberikan andil nyata. Keberhasilan penataan sanitasi dan lingkungan tidak boleh bertumpu pada pundak pemerintah semata. Melainkan wajib bersumber dari inisiatif mandiri komunitas lokal,” kata Aris.

Otoritas penguji membedah performa kebersihan wilayah berdasarkan enam indikator mutlak. Yakni meliputi penataan kawasan permukiman sehat, keasrian jalan dan fasilitas publik.

Kemudian kelancaran saluran terbuka dan drainase, sterilisasi kantor desa/kelurahan, serta aktivitas riil reduksi limbah melalui bank sampah.

Menurut Aris, manajemen pengelolaan wajib memotong mata rantai sampah langsung dari hulu atau ruang domestik rumah tangga sebelum menyentuh tempat pembuangan akhir.

Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras warga, Pemkab Ciamis mengucurkan dana bantuan stimulan dengan total ratusan juta rupiah bagi para pemenang. Desa Wanasigra membawa pulang hadiah utama sebesar Rp75 juta, Desa Karyamulya mengantongi Rp50 juta, sedangkan Kelurahan Cigembor meraih Rp25 juta. Selain itu, Kecamatan Rancah berhak atas penghargaan khusus pembina terbaik senilai Rp25 juta.

Melalui program Berseka ini, DPRKPLH Ciamis berharap terjadi perubahan pola pikir (mindset) kolektif secara radikal. Ketika seluruh lapisan masyarakat memosisikan kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab moral bersama, maka beragam persoalan klasik terkait penumpukan sampah perkotaan akan lebih mudah terurai dengan solusi yang solutif.

(Nank Irawan)

spot_img

Berita Terbaru