BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memutuskan untuk belum membuka kembali ikon wisata Taman Alun-alun Bandung dalam waktu dekat. Pemkot Bandung mengunci rapat pagar kawasan pusat kota tersebut lantaran tim pengawas menemukan rupa-rupa hasil pengerjaan renovasi yang tidak sesuai dengan standar kualitas kelayakan publik.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa keputusan mengembargo Alun-alun bukan berarti pihaknya menghentikan proyek penataan fisik secara permanen. Farhan justru menginstruksikan pihak kontraktor pelaksana untuk melakukan perbaikan total (rework) dan mengevaluasi cetak biru desain agar fasilitas legendaris tersebut aman saat masyarakat menggunakannya kembali.
Baca Juga: Farhan Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 di Bandung, Warga Bisa Nonton Gratis di Ruang Publik
“Saya memutuskan untuk menutup kembali Alun-alun Bandung karena kualitas pengerjaan renovasinya tidak sesuai dengan ekspektasi dan harapan kami. Kami tidak menghentikan proyek ini, melainkan saya meminta pekerja membenahi kerusakan yang ada. Tim teknis sedang mengevaluasi ketat detail desain serta metode pelaksanaannya,” tegas Muhammad Farhan di Balai Kota, Jumat (19/6/2026).
Farhan mengklarifikasi bahwa Pemkot Bandung sebelumnya memang sempat membuka barikade Alun-alun untuk mengakomodasi lautan manusia saat momentum pawai perayaan juara Persib Bandung. Namun, begitu iring-iringan bobotoh dan pesta rakyat tersebut selesai, petugas langsung menyterilkan kembali kawasan karpet rumput sintetis itu guna melanjutkan agenda penyempurnaan infrastruktur.
Ogah Terburu-buru Buka Fasilitas Publik, Wali Kota Minta Kontraktor Benahi Kerusakan
Farhan menekankan, jajaran birokrasi Pemkot Bandung menolak sikap terburu-buru dalam meresmikan beragam ruang publik. Jika aspek kenyamanan dan keselamatan warga belum terpenuhi secara mutlak. Pihaknya memprioritaskan fungsi jangka panjang ketimbang sekadar mengejar target pembukaan yang dipaksakan.
Sistem pengawasan berkala akan memantau ketat setiap progres pembenahan material bangunan yang rusak atau cacat produksi.
Farhan menggaransi bahwa warga Kota Kembang bisa kembali menikmati keindahan Alun-alun Bandung setelah korporasi pemenang tender menuntaskan seluruh kewajiban perbaikan dan menyerahkan aset dalam kondisi prima 100 persen.
“Masyarakat sempat menikmati area ini secara temporer khusus saat pawai Persib saja. Kami pasti membuka kembali Alun-alun Bandung untuk umum setelah seluruh tahapan renovasi benar-benar rampung, bersih. Serta terverifikasi sangat layak oleh tim penguji kelayakan,” pungkas Farhan mengakhiri keterangannya.
(Yusuf Mugni)



