TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Proses Open Bidding Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) menjadi momentum penting untuk menentukan arah dan kualitas birokrasi daerah dalam beberapa tahun ke depan.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, sosok Sekda di nilai tidak cukup hanya menguasai aspek administratif, tetapi juga harus mampu menjadi motor penggerak pemerintahan.
BACA JUGA:
Dies Natalis ke-52, IAIT Resmi Bertransformasi Menjadi Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas)
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana menegaskan, Pemkab butuh figur Sekda yang memiliki kapasitas lengkap. Mulai dari kemampuan akademik, pengalaman birokrasi hingga kemampuan membangun komunikasi dan jejaring yang luas.
Menurutnya, jabatan Sekda merupakan posisi strategis yang menentukan efektivitas jalannya pemerintahan daerah karena berperan sebagai penghubung utama antara kepala daerah, perangkat daerah, pemerintah pusat, DPRD dan berbagai elemen masyarakat.
“Yang di butuhkan saat ini adalah sosok Sekda yang benar-benar mampu menjadi jenderal birokrasi. Bukan hanya memahami administrasi pemerintahan. Namun juga mampu menggerakkan seluruh organisasi pemerintahan untuk bekerja dalam satu arah pembangunan,” ujar Usman, Kamis (11/6/2026).
Mumpuni dalam Keilmuan dan Tata Kelola Pemerintahan
Usman menjelaskan, kriteria pertama yang harus di miliki calon Sekda adalah kemampuan akademik dan pengalaman yang memadai dalam tata kelola pemerintahan maupun pengelolaan keuangan daerah.
Menurut dia, tantangan pemerintahan saat ini menuntut pemimpin birokrasi yang memahami regulasi, perencanaan pembangunan, penganggaran hingga mekanisme pengawasan keuangan daerah.
“Pengalaman dalam tata kelola pemerintahan dan keuangan menjadi syarat penting. Karena Sekda memiliki peran sentral dalam memastikan seluruh program pemerintah berjalan sesuai aturan, efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Ia menambahkan, kemampuan tersebut juga di perlukan agar pemerintah daerah mampu menjaga kualitas tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.
Penjaga Dapur Birokrasi Harus Punya Komunikasi yang Baik
Selain kompetensi teknis, Usman menilai kemampuan komunikasi menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan seorang Sekda.
Sebagai pejabat tertinggi di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN), Sekda harus mampu menjembatani berbagai kepentingan dan memastikan koordinasi antarperangkat daerah berjalan harmonis.
BACA JUGA:
Kabupaten Tasikmalaya Raih Opini WTP Ketujuh Berturut-turut
“Sekda adalah penjaga dapur birokrasi. Karenanya harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar mampu menyatukan visi, menyelesaikan persoalan internal, dan menjaga soliditas organisasi pemerintahan,” ujarnya.
Kemampuan komunikasi yang efektif juga di perlukan untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah dapat di terjemahkan dan di laksanakan secara optimal oleh seluruh perangkat daerah.
Harus Memiliki Jejaring Kuat hingga Tingkat Pusat
Usman juga menyoroti pentingnya kemampuan membangun jejaring dengan pemerintah pusat. Menurutnya, daerah saat ini tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mempercepat pembangunan.
Karena itu, Sekda harus memiliki kapasitas dan jaringan yang luas guna membantu kepala daerah mengakses berbagai program strategis serta sumber pendanaan dari pemerintah pusat.
“Kabupaten Tasikmalaya membutuhkan Sekda yang memiliki akses dan jejaring yang baik. Sehingga dapat membantu kepala daerah memperjuangkan program-program pembangunan ke tingkat pusat,” katanya.
Kemampuan tersebut akan membuka peluang lebih besar bagi daerah untuk mendapatkan dukungan program, bantuan keuangan maupun berbagai kebijakan yang berdampak positif terhadap percepatan pembangunan.
Mampu Membangun Relasi dengan Seluruh Stakeholder
Kriteria lain yang di nilai penting adalah kemampuan membangun hubungan dan komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Usman menegaskan, seorang Sekda harus mampu menjalin komunikasi yang baik dengan DPRD, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha hingga media massa.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya di tentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Komunikasi dengan legislatif, tokoh masyarakat, tokoh agama, media massa dan berbagai stakeholder lainnya harus terbangun dengan baik. Sekda harus menjadi penghubung yang mampu menciptakan sinergi demi kepentingan pembangunan daerah,” tegasnya.
Menjadi Jenderal Birokrasi untuk Masa Depan Tasikmalaya
Usman menilai, Sekda yang terpilih melalui proses open bidding harus mampu menjadi pemimpin birokrasi yang kuat, profesional, dan visioner.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan birokrasi yang solid, responsif, serta mampu bekerja cepat dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, figur Sekda yang terpilih nantinya harus mampu menjadi penggerak utama reformasi birokrasi sekaligus memastikan seluruh perangkat daerah bekerja secara terkoordinasi dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Tasikmalaya.
BACA JUGA:
DPRD Dorong Open Bidding Sekda Kabupaten Tasikmalaya Hasilkan Birokrat Profesional
“Yang paling penting, Sekda harus mampu menjadi jenderal birokrasi yang menyatukan seluruh kekuatan pemerintahan. Dengan kepemimpinan yang kuat dan komunikasi yang baik, saya yakin roda pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya akan berjalan lebih efektif dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Melalui proses Open Bidding Sekda Kabupaten Tasikmalaya, masyarakat berharap lahir figur birokrat terbaik yang tidak hanya memiliki kompetensi dan pengalaman. Tetapi juga mampu menjadi mitra strategis kepala daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang maju, profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
(Farhan K)



