spot_imgspot_img
Senin 25 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Liga Jabar Istimewa 2026 Resmi Ditutup, 12 Tim Tasikmalaya Siap Guncang Jawa Barat

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Tasikmalaya resmi merampungkan agenda akbar Liga Jabar Istimewa 2026. Setelah menyuguhkan persaingan sengit dan adu taktik di atas lapangan hijau selama hampir tiga pekan, seluruh rangkaian pertandingan berakhir manis di Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (24/5/2026) petang.

Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, menutup langsung kejuaraan bergengsi tersebut di hadapan ratusan pasang mata suporter serta jajaran pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: PD-IPM Kota Tasikmalaya Resmi Dilantik, Athur Mubarak Soroti Mental “Lebay” Gen Z

Sepanjang kompetisi bergulir, Liga Jabar Istimewa PSSI Kota Tasikmalaya 2026 berjalan mulus tanpa kendala keamanan. Masyarakat Kota Tasikmalaya juga menyambut turnamen ini dengan antusiasme tinggi, terbukti dari padatnya tribun utara stadion oleh penonton di setiap laga.

Saat seremoni penutupan, H. Wahid mengutarakan rasa bangga sekaligus takjub melihat lonjakan kualitas teknik serta visi bermain yang para pesepak bola muda tunjukkan sepanjang turnamen.

“Anak-anak terus menunjukkan grafik perkembangan yang luar biasa. Kualitas teknik dasar dan mental bertanding mereka di lapangan kini sudah jauh lebih matang,” ungkap H. Wahid kepada FokusJabar, Minggu (24/5/2026) petang.

Wadah Strategis Untuk Menjaring Makat-bakat Terpendam

Ia menuturkan, Liga Jabar Istimewa 2026 bukan sekadar panggung untuk berburu trofi juara. Kompetisi kelompok umur ini mengemban misi sebagai wadah strategis untuk menjaring bakat-bakat terpendam, sekaligus komoditas evaluasi bagi tim pelatih SSB dalam mengukur progres pembinaan pemain.

Catatan paling memukau dari gelaran tahun ini adalah tingginya nilai sportivitas. H. Wahid mengapresiasi kedewasaan para pemain karena tim panitia tidak menemukan satu pun insiden kericuhan antarpemain selama tensi pertandingan memanas.

“Kondisi kondusif ini membuktikan bahwa para pemain muda memiliki kesadaran tinggi untuk menjunjung asas sportivitas, yang memang wajib kita tanamkan sejak usia dini,” ujarnya.

Kantongi Tiket Provinsi: 12 Tim Tasikmalaya Siap Mengguncang Jawa Barat

Dari hasil kompetisi ketat ini, tim pemantau memastikan sebanyak 12 tim terbaik berhak memegang tiket untuk mewakili Kota Tasikmalaya ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Jajaran tim terbagi ke dalam beberapa kluster kelompok usia:

  • Kelompok Usia U-10: Meloloskan 5 tim terbaik.
  • Kelompok Usia U-12: Mengirimkan 5 tim unggulan.
  • Kelompok Usia U-14: Memastikan DK Privat keluar sebagai wakil tunggal terbaik.
  • Kelompok Usia U-19: Mempercayakan skuad S10 untuk mengunci gelar juara dan naik kelas ke tingkat regional.

Panitia menjadwalkan ke-12 tim tangguh ini untuk bertolak dan berlaga di putaran final tingkat provinsi pada 20-21 Juni 2026 mendatang. Manajemen masing-masing klub akan segera menggenjot persiapan intensif lewat pemusatan latihan agar para pemain mampu mengeluarkan performa puncak di level Jawa Barat.

H. Wahid menaruh harapan besar agar seluruh perwakilan dari Kota Tasikmalaya mampu berbicara banyak dan menembus papan atas di level provinsi. PSSI daerah memasang target tinggi; tidak sekadar numpang lewat atau berpartisipasi, tetapi wajib membawa pulang trofi juara demi mengharumkan nama kota kelahiran.

“Kami menginstruksikan anak-anak agar bermain lepas tanpa beban, menjaga kedisiplinan posisi, dan tetap menghormati aturan fair play. Jika mereka mampu mempertahankan konsistensi itu, hasil terbaik pasti akan mengikuti,” paparnya.

Kumitmen Kuat PSSI

Liga Jabar Istimewa 2026 menegaskan fakta bahwa roda pembinaan sepak bola usia dini di Kota Tasikmalaya sudah berjalan di jalur (on the track) yang tepat. Kehadiran kompetisi yang terjadwal rapi, soliditas dukungan pengurus SSB, serta komitmen kuat PSSI daerah menjadi modal berharga untuk terus memproduksi bibit-bibit pesepak bola profesional di masa depan.

Atmosfer penutupan di Stadion Wiradadaha sore itu menyisakan kesan mendalam bagi publik sepak bola lokal. Gemuruh yel-yel suporter da pelukan hangat antarpemain yang saling menghormati. Kemudian serta rona bahagia para orang tua menutup manis perjalanan kompetisi usia dini tahun ini.

Usai melahirkan para jawara lokal, kini konsentrasi beralih penuh ke peta persaingan Jawa Barat. Skuad DK Privat, S10, bersama 10 tim lainnya memikul mandat besar: mengibarkan panji kebesaran Kota Tasikmalaya di kancah regional. Berbekal mental juara dan sportivitas yang sudah teruji, publik Tasikmalaya sangat optimistis prestasi sepak bola daerah akan terus meroket tinggi.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru