TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD-IPM) Kota Tasikmalaya periode 2025-2027. Organisasi pelajar tersebut kini menempatkan Athur Mubarak Aulia sebagai Ketua Umum terpilih yang siap menakhodai gerakan selama dua tahun ke depan.
Prosesi pengukuhan dan serah terima jabatan pimpinan organisasi pelajar berbasis syariat ini berlangsung khidmat di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Kompleks Olahraga Dadaha, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga: Dicky Candra Geram, Gedung Galih Pawestri Tasikmalaya Dijadikan Tempat Pesta Miras
Acara bernuansa religius tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, bersama jajaran tokoh masyarakat dan sejumlah tamu undangan penting lainnya.
Kehadiran Dicky Candra sukses menghidupkan atmosfer pelantikan menjadi semakin semarak. Tokoh pimpinan daerah tersebut melayangkan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus baru PD-IPM Kota Tasikmalaya yang telah mengucap janji setia organisasi.
Dicky menekankan bahwa komitmen menjaga kekompakan dan kebersamaan internal memegang kunci utama dalam menjalankan roda organisasi agar mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Pelajar Muhammadiyah mengelola organisasi yang sangat positif. Wadah ini membantu anak-anak muda untuk segera mengasah potensi diri dan berkiprah dalam berbagai kegiatan positif demi pengembangan mental spiritual,” ungkapnya, Minggu (24/5/2026).
Ia juga mengingatkan para pelajar mengenai pentingnya memiliki kendali diri yang kuat. Agar pelajar tidak terjerumus ke dalam lingkaran pergaulan negatif yang merugikan masa depan.
“Generasi muda sah-sah saja memiliki ambisi besar untuk mengejar cita-cita dan harapan tinggi. Namun, kalian harus mampu mengontrol keinginan agar tidak menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan tersebut,” jelasnya.
Ia mengimbau lingkungan sekitar untuk memahami bahwa anak muda senantiasa membutuhkan ruang luas untuk berekspresi. Lewat eksistensi organisasi seperti IPM, pemuda dapat menyalurkan kemampuan dan keahlian mereka ke arah yang produktif.
Dorong Paradigma Inklusif: IPM Siap Benahi Mental “Lebay” Gen Z
Di sisi lain, Ketua PD-IPM Kota Tasikmalaya terpilih, Athur Mubarak Aulia, menegaskan bahwa kepengurusannya akan mengusung paradigma baru yang segar. Jika periode sebelumnya IPM identik dengan gerakan pelajar mandiri, kini Athur mendorong IPM bertransformasi menjadi gerakan pelajar yang inklusif.
Athur menyoroti pergeseran kondisi pelajar hari ini yang cenderung terjebak dalam pola pikir pragmatis. Ia menilai banyak pelajar yang langsung mengabaikan nilai-nilai esensial pendidikan begitu mereka mulai menghasilkan pendapatan sendiri. Selain itu, minimnya ruang berekspresi di lingkungan keluarga dan sekolah kerap membentur kreativitas mereka.
“Lingkungan sering mencap kritik dari pelajar sebagai bentuk pembangkang, sementara perbedaan pendapat kerap terpinggirkan. Akibatnya, kelompok pelajar ini memilih berburu ruang ekspresi di tempat lain yang justru menjerumuskan mereka ke hal negatif,” ungkap Athur.
Athur memaparkan karakteristik khas generasi Z (Gen Z) yang kerap mengekspresikan sesuatu secara berlebihan (lebay). Sementara lingkungan pergaulan makro belum menaruh kepedulian (aware) yang cukup terhadap dinamika psikologis tersebut.
“Mental Gen Z saat ini memang sedikit lebay, namun lingkungan di sekitarnya cenderung tidak peduli. Kita hadir bukan untuk menghakimi (judge) kondisi ini, melainkan untuk membenahinya bersama-sama,” pintanya.
Siapkan Benteng Menghadapi Laju Teknologi Digital
Tantangan eksternal lain yang memicu perhatian IPM adalah pesatnya penetrasi teknologi digital di tanah air. Athur menilai akselerasi kecerdasan buatan dan dunia siber melaju terlalu cepat. Sementara kompetensi Gen Z belum sepenuhnya siap mengimbangi gelombang tersebut.
Oleh karena itu, PD-IPM Kota Tasikmalaya siap memosisikan diri sebagai jembatan yang menyediakan ruang aman bagi pelajar. Menjadi ruang untuk berkreasi, berpendapat, dan berkontribusi positif secara nyata di tengah masyarakat.
Melalui paradigma inklusif, IPM Kota Tasikmalaya berkomitmen merangkul semua elemen pelajar tanpa memandang sekat sosial. Rencana kerja strategis ke depan akan menitikberatkan pada tiga program utama:
- Penguatan Literasi Digital: Membentengi pelajar dari jerat hoaks dan judi online.
- Ruang Dialog Terbuka: Menyediakan wadah diskusi kritis tanpa takut dihakimi.
- Pelatihan Kepemimpinan Adaptif: Mencetak kader yang tangguh menghadap perubahan zaman.
(Seda)



