BEKASI,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajukan usulan pembangunan dua infrastruktur perlintasan tidak sebidang kepada pemerintah pusat. Langkah strategis ini bertujuan mengurai kemacetan kronis serta meningkatkan standar keselamatan lalu lintas di kawasan perlintasan kereta api.
Dua proyek prioritas tersebut mencakup pembangunan flyover Telaga Asih dan underpass Lemahabang. Pemerintah daerah menilai kedua titik ini memiliki tingkat kepadatan kendaraan yang sangat tinggi, terutama saat frekuensi perjalanan kereta api meningkat pada jam sibuk.
Baca Juga: Pasar Penghabisan Jadi Daya Tarik Lebaran Depok 2026 di Alun-alun Kota Depok
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan bahwa masyarakat sudah lama mengeluhkan antrean kendaraan yang mengular di sejumlah perlintasan sebidang.
“Kondisi perlintasan sebidang di Kabupaten Bekasi sering memicu kemacetan parah. Kami memohon pemerintah pusat membantu membangun flyover atau underpass untuk mengatasi persoalan ini,” ujar Asep.
Dampak Peningkatan Frekuensi Kereta Api
Asep menjelaskan bahwa kebutuhan perlintasan tidak sebidang kini semakin mendesak seiring padatnya jadwal KRL dan pengembangan jalur kereta api lintas Manggarai-Cikarang. Menurutnya, pertumbuhan transportasi rel harus berimbang dengan penanganan akses jalan raya agar keselamatan warga tetap terjaga.
Pemkab Bekasi mengusulkan titik pembangunan flyover di JPL 104 ruas Jalan Telaga Asih-Wanasari, tepatnya di antara Stasiun Cibitung dan Stasiun Metland Telaga Murni. Sementara itu, rencana pembangunan underpass menyasar Jalan KH Ma’mun Nawawi pada lintas Stasiun Cikarang-Stasiun Lemahabang.
Kesiapan Teknis dan Anggaran
Sebagai bukti keseriusan, pemerintah daerah telah menuntaskan dokumen Detail Engineering Design (DED) beserta berkas pendukung lainnya.
“Kami sudah menyiapkan dukungan teknis agar proses pembangunan bisa segera berjalan,” tambah Asep.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, menambahkan bahwa usulan ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai pembenahan perlintasan sebidang secara nasional.
“Kami sudah menyampaikan kondisi luar biasa di dua titik tersebut kepada Bappenas,” kata Agus di Cikarang.
Berdasarkan estimasi awal, proyek underpass Lemahabang membutuhkan biaya sekitar Rp99 miliar, sedangkan flyover Telaga Asih menelan anggaran sekitar Rp85 miliar. Khusus untuk wilayah Lemahabang, Pemkab Bekasi bahkan telah merampungkan proses pembebasan lahan guna mempercepat realisasi proyek di jalur krusial yang menghubungkan jalan provinsi dan nasional tersebut.
(Jingga Sonjaya)


