spot_imgspot_img
Jumat 24 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

358 Petinju dari Medan hingga Bali Adu Pukul di Boxing Van Java Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: GOR Sukapura Dadaha mendadak bergemuruh saat ratusan atlet tinju dari berbagai penjuru tanah air menunjukkan kebolehannya dalam ajang bergengsi Boxing Van Java Tasikmalaya 2026. Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Tasikmalaya menyelenggarakan perhelatan skala nasional ini selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (24–26 April 2026).

Antusiasme publik terlihat jelas sejak hari pertama, di mana ratusan penonton memadati tribun untuk menyaksikan aksi para petinju terbaik. Peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa Barat hingga luar pulau seperti Medan, Palembang, Kalimantan, dan Bali.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya dan Pemkot Malang Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Kemandirian Fiskal Daerah

Ketua Panitia Pelaksana, Wawan Wardiana, mengungkapkan bahwa kejuaraan perdana ini menarik minat 358 peserta. Sebanyak 110 petinju berlaga di kelas atlet untuk mengejar prestasi profesional, sementara 248 peserta lainnya bertarung di kelas non-atlet.

“Kami menghadirkan ajang ini untuk mewadahi atlet profesional sekaligus memberikan ruang bagi kalangan umum, mulai dari pelajar hingga pekerja yang hobi berolahraga tinju,” ujar Wawan, Jumat (24/4/2026).

Ring Tinju Sebagai Solusi Sosial

Selain mencari bibit unggul, Pertina Tasikmalaya membawa misi sosial yang kuat di balik penyelenggaraan acara ini. Wawan menegaskan bahwa ring tinju menjadi sarana bagi anak muda untuk menyalurkan energi secara positif daripada terjerumus dalam kenakalan remaja.

“Daripada mereka melakukan tawuran atau bergabung dengan geng motor di jalanan, kami mengajak mereka mengadu prestasi di atas ring. Di sini, sportivitas mereka teruji oleh wasit, aturan yang jelas, dan apresiasi berupa penghargaan,” tegasnya.

Suasana pertandingan berlangsung sengit dengan sorak-sorai pelatih dan dentingan bel ronde yang bersahut-sahutan. Sementara di kelas non-atlet, semangat para pemula yang baru pertama kali naik ring mampu menggetarkan seisi gedung GOR Sukapura.

Dampak Ekonomi dan Masa Depan Atlet

Kejuaraan ini juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Kehadiran ratusan kontingen luar kota memicu geliat UMKM di sekitar area GOR yang menjajakan makanan, minuman, hingga merchandise olahraga. KONI Kota Tasikmalaya turut mengapresiasi langkah ini sebagai ruang kompetisi yang sehat bagi pembinaan usia dini.

Panitia menargetkan Boxing Van Java menjadi agenda tahunan untuk menghidupkan sport tourism di Kota Santri. Wawan optimistis ajang ini mampu melahirkan petinju potensial yang bisa mengharumkan nama Indonesia di level dunia.

“Kami ingin memfasilitasi talenta besar yang ada di Kota Tasikmalaya. Ring tinju ini menyelamatkan masa depan mereka dengan memilih sarung tinju ketimbang aksi negatif di jalanan,” pungkasnya.

Pertandingan final yang dijadwalkan pada Minggu, 26 April 2026, diprediksi akan menyedot jumlah massa yang lebih besar. Panitia pun telah menyiagakan tim medis dan pengamanan ekstra untuk menjamin keselamatan para atlet selama laga berlangsung.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru