spot_imgspot_img
Kamis 23 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Peringatan 80 Tahun Bandung Lautan Api, Pemkot Ajak Warga Hidupkan Semangat Juang

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kota Bandung menggelar upacara khidmat untuk memperingati 80 tahun peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api (BLA), Kamis (23/4/2026). Perhelatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Kota Kembang untuk mengenang kembali heroisme dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Meskipun sempat mengalami penundaan karena bertepatan dengan perayaan Idulfitri, upacara yang berlangsung di Balai Kota ini tetap berjalan penuh makna. Sejumlah tokoh besar, termasuk para mantan Wali Kota Bandung dan para veteran pejuang, turut hadir menyaksikan langsung jalannya upacara.

Baca Juga: Jelang Laga Persib vs Arema FC, Farhan Imbau Suporter Tamu Hormati Aturan Larangan Tandang

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang bertindak sebagai inspektur upacara, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran para saksi sejarah tersebut. Ia menilai keterlibatan para veteran mampu menyuntikkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda, khususnya bagi para personel Paskibra yang bertugas.

“Peringatan ini menjadi momentum krusial untuk menanamkan jiwa patriot kepada generasi penerus. Kehadiran para tokoh kota dan veteran memberikan ruh pada peringatan ke-80 ini,” ujar Farhan.

Refleksi Perjuangan Melawan Krisis Sampah

Farhan menegaskan bahwa esensi Bandung Lautan Api tidak boleh berhenti pada seremoni belaka. Ia mengajak warga menjadikan semangat juang tahun 1946 sebagai kekuatan untuk menyelesaikan persoalan nyata di Kota Bandung saat ini, terutama masalah pengelolaan sampah.

Saat ini, Kota Bandung masih menghadapi tantangan besar dengan adanya sekitar 200 ton sampah harian yang belum terangkut. Kondisi ini memicu penumpukan di berbagai titik, terutama setelah masa libur Lebaran yang menyebabkan volume sampah meningkat drastis.

“Kami harus menghadapi kenyataan adanya pembatasan pengangkutan ke TPA Sarimukti dan rencana penutupannya di akhir tahun. Maka, semangat pejuang dahulu harus kita adopsi untuk memenangkan pertempuran melawan sampah ini,” tegasnya.

Strategi Percepatan Pengolahan di Hulu

Guna mengatasi krisis tersebut, Pemerintah Kota Bandung kini tengah menggeber percepatan pengolahan sampah dari hulu. Langkah ini mencakup penguatan pengelolaan di tingkat kewilayahan serta kawasan komersial seperti pasar, hotel, dan pusat perbelanjaan.

Farhan merencanakan pembangunan sedikitnya 24 titik fasilitas pengolahan sampah baru yang tersebar di wilayah Bandung. Fasilitas tersebut akan menerapkan beragam inovasi, mulai dari teknologi termal hingga sistem pengolahan sampah organik khusus.

Melalui langkah konkret ini, Pemkot Bandung berharap dapat mengurangi ketergantungan pada TPA secara signifikan. Farhan optimistis bahwa dengan menghidupkan kembali nilai-nilai Bandung Lautan Api, masyarakat dan pemerintah dapat bergotong royong menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat di masa depan.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru