BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyiapkan strategi penurunan angka pengangguran terbuka di Kota Bandung yang saat ini berada di kisaran 7,4 persen.
Upaya tersebut akan di fokuskan pada peningkatan investasi dan penyesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, investasi menjadi kunci utama dalam membuka lapangan pekerjaan baru. Namun, ia menekankan bahwa penciptaan lapangan kerja harus di iringi dengan proses matching antara kemampuan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha.
Baca Juga: Musrenbang 2026, Wali Kota Bandung Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 8 Persen
“Investasi akan membuka banyak lapangan usaha. Dari situ kita lakukan matching antara kompetensi dan lapangan pekerjaan. Ini tidak mudah karena melibatkan banyak pelaku, terutama dunia usaha,”kata Farhan Jumat (10/4/2026).
Farhan juga menyoroti fenomena meningkatnya angka pengangguran saat pertumbuhan ekonomi tinggi. Hal ini, kata dia, di sebabkan oleh tingginya arus urbanisasi ke Kota Bandung.
“Ketika ekonomi tumbuh, banyak orang datang ke Bandung. Ini yang membuat angka pengangguran bisa ikut naik. Tapi ini harus kita jadikan peluang,” katanya.
Berdasarkan data Layanan Catatan dan Informasi Rukun Warga (LACI RW) yang telah direkomendasikan Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 150 ribu pendatang usia produktif di Kota Bandung.
Ia menilai, bahwa kelompok tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jika di kelola dengan baik.
“Ini harus kita tangkap sebagai peluang. Kelompok usia produktif yang datang ke Bandung harus bisa terserap dengan baik,”ujarnya.
Langkah Pemkot Bandung
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong para pendatang untuk segera mengurus administrasi kependudukan, khususnya kepemilikan KTP Kota Bandung.
Dengan status kependudukan yang jelas, mereka dapat lebih mudah mengakses pekerjaan dan mengikuti program pelatihan dari pemerintah.
“Kalau sudah memiliki KTP Bandung, peluang mendapatkan pekerjaan lebih besar karena bisa mengikuti program pelatihan yang di sediakan pemerintah,” jelasnya.
Baca Juga: WFH Kota Bandung Diperketat, ASN Wajib Lapor Online
Farhan menambahkan, bahwa program pelatihan yang di siapkan pemerintah daerah hanya di peruntukkan bagi warga ber-KTP Kota Bandung.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau para pekerja, calon pekerja, maupun mahasiswa yang ingin menetap di Bandung untuk segera mengurus perpindahan domisili.
“Bagi yang ingin tinggal dan berkarier di Bandung, segera urus surat kepindahan dan dapatkan KTP Kota Bandung. Layanannya mudah dan pasti,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



