spot_imgspot_img
Selasa 7 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

ITB Dorong Pemerataan Internet, FTTH dan FWA Jadi Kunci Akses Digital

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan seminar bertajuk strategi percepatan dan peningkatan performa akses digital Indonesia di Aula Timur Kampus ITB, Selasa (7/4/2026). Forum ini mempertemukan kalangan akademisi, mahasiswa, serta para petinggi industri telekomunikasi untuk merumuskan langkah efektif dalam memeratakan infrastruktur broadband nasional.

Diskusi hangat tersebut menyoroti tiga pilar utama teknologi akses internet, yakni Fiber to the Home (FTTH), Fixed Wireless Access (FWA), dan Mobile Broadband. Para pakar menilai ketiga teknologi ini memegang peran krusial dengan karakteristik serta tantangan implementasi yang berbeda-beda di lapangan.

Baca Juga: Pakar Siber ITB Bedah Celah Keamanan di Balik Dugaan Kebocoran Data Warga Bandung

Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia STEI ITB, Ian Josef Matheus Edward, menegaskan bahwa tidak ada satu pun teknologi yang mampu menjadi solusi tunggal. Ia memandang FTTH unggul dalam hal kapasitas dan stabilitas, sementara FWA menawarkan fleksibilitas serta kecepatan penggelaran jaringan (deployment).

Komitmen Pemerintah dan Industri

Dari sisi regulasi, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Denny Setiawan, menekankan pentingnya jangkauan layanan hingga ke wilayah yang selama ini belum tersentuh (underserved). Pemerintah berkomitmen terus memantau proses pembangunan jaringan agar tidak hanya menumpuk di kota-kota besar.

Senada dengan pemerintah, Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, memandang FTTH sebagai tulang punggung (backbone) utama. Namun, ia juga mengakui peran besar FWA dalam mempercepat penetrasi internet di daerah-daerah yang sulit terjangkau kabel serat optik.

“Teknologi FWA kini semakin matang berkat dukungan jaringan 4G dan 5G. Tantangan besar kami berikutnya adalah mencapai skala ekonomi agar perangkat pendukungnya semakin terjangkau bagi masyarakat luas,” ujar Iman Hirawadi, Telecom Solutions Architect & Business Consultant ZTE Indonesia.

Menciptakan Ekosistem yang Seimbang

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia, Merza Fachys, mengingatkan bahwa setiap teknologi memiliki fungsi pelayanan yang berbeda. Menurutnya, stabilitas fixed broadband dan fleksibilitas mobile broadband harus berjalan beriringan dalam sebuah ekosistem yang sehat.

“Kebijakan pemerintah harus mampu menciptakan ekosistem yang seimbang dan berkelanjutan bagi seluruh penyedia layanan,” jelas Merza.

Melalui seminar ini, ITB berharap dapat mempererat kolaborasi antara regulator dan pelaku industri dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Selain menjadi ajang berbagi gagasan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa agar lebih memahami dinamika teknologi yang mendukung transformasi digital nasional.

Pemerataan akses digital yang berkualitas diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia di kancah global.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru