CIAMIS,FOKUSjabar.id: Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) UPTD Ciamis berhasil mengevakuasi seekor ular King Kobra (Ophiophagus hannah) sepanjang tiga meter yang mengancam keselamatan warga di Dusun Cisaray, Desa/Kecamatan Cikoneng, Senin (6/4/2026). Ular berbisa mematikan tersebut sempat bersembunyi di area masjid sebelum petugas melumpuhkannya.
Keberadaan ular raksasa ini pertama kali terlihat di tempat wudu masjid dalam posisi siap menyerang. Namun, karena situasi di sekitar lokasi mulai ramai oleh warga, predator tersebut melarikan diri ke area samping bangunan masjid.
Baca Juga: Hujan Deras Masih Mengancam, Dua Keluarga di Ciamis Terdampak Pohon Tumbang
Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan warga menjelang waktu salat Isya. Tim piket Damkar segera meluncur ke lokasi padat penduduk tersebut untuk menghindari potensi jatuhnya korban.
“Kami langsung menindaklanjuti permintaan bantuan warga dengan mengirimkan satu unit mobil Damkar serta tiga personel yang membekali diri dengan peralatan lengkap,” ujar Trisyanto.
Evakuasi Berbahaya dan Profesional
Saat tiba di lokasi kejadian, petugas mendapati ular King Kobra tersebut dalam kondisi agresif. Ular itu menunjukkan sikap waspada dengan lidah menjulur dan sorot mata tajam, seolah siap menerkam siapa pun yang mendekat.
Mengingat daya bunuh bisanya yang sangat tinggi, personel Damkar melakukan proses penangkapan dengan ekstra hati-hati dan konsentrasi penuh. Tim menggunakan teknik profesional agar proses evakuasi tidak membahayakan petugas maupun warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.
“Setelah berjibaku selama beberapa waktu, personel kami akhirnya berhasil menaklukkan ular King Kobra tersebut tanpa melukai petugas maupun ular itu sendiri,” jelas Trisyanto.
Pengamanan dan Pelepasan Kembali ke Alam
Petugas kemudian mengamankan ular sepanjang tiga meter tersebut ke Mako Damkar UPTD Ciamis. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keamanan lingkungan pemukiman Dusun Cisaray kembali kondusif dari ancaman hewan liar.
Trisyanto menambahkan bahwa pihaknya berencana melepasliarkan ular tersebut ke habitat aslinya yang terletak sangat jauh dari jangkauan manusia. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah terjadinya kembali konflik antara manusia dan ular berbisa.
“Kami akan mengembalikan King Kobra ini ke alam liar di lokasi yang aman dan jauh dari aktivitas penduduk agar kehidupan ular tersebut tetap terjaga tanpa membahayakan warga,” pungkasnya.
(Husen Maharaja)



