PANGANDARAN,FOKUSjabar.id: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran melayangkan imbauan serius bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa megathrust. Ancaman geologi ini dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan dini yang pasti.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, menegaskan bahwa potensi megathrust merupakan ancaman nyata bagi wilayah selatan Jawa. Hingga saat ini, belum ada teknologi atau ahli yang mampu memprediksi secara tepat kapan guncangan besar tersebut akan melanda.
“Potensi megathrust itu ada, namun tidak ada satu pun pihak yang tahu kapan persisnya hal itu terjadi. Siapa pun tidak bisa memberikan prediksi secara pasti,” ujar Dodo, Kamis (2/4/2026).
Langkah Antisipatif dan Mitigasi
Dodo menilai langkah antisipatif menjadi kunci utama, terutama bagi penduduk yang bermukim di kawasan pantai yang memiliki risiko tinggi terdampak gempa dan tsunami. Ia mendorong masyarakat untuk tidak hanya waspada, tetapi juga memahami secara mendalam langkah-langkah mitigasi bencana secara mandiri.
BPBD mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Warga diharapkan selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah melalui saluran komunikasi BPBD guna mendapatkan pembaruan situasi kebencanaan yang akurat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap hati-hati dan selalu waspada terhadap perkembangan situasi di lapangan,” tambahnya.
Penguatan Jalur Evakuasi
Selain kesiapsiagaan mental, Dodo menginstruksikan warga untuk mengenali kembali jalur evakuasi serta titik kumpul yang telah tersedia di lingkungan masing-masing. Pengetahuan mengenai rute penyelamatan diri ini sangat krusial untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa jika bencana datang tiba-tiba.
BPBD berharap peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan kolektif ini dapat menekan dampak buruk dari potensi bencana megathrust. Dengan masyarakat yang terlatih, Pangandaran akan memiliki ketahanan yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman bencana alam di masa depan.
(Sajidin)



