PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sebanyak 217 calon jemaah haji asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyatakan kesiapannya untuk berangkat menuju Tanah Suci Mekah. Kepala kantor Kementrian Haji (Kemenhaj) setempat memastikan seluruh jemaah dalam kondisi kesehatan yang prima menjelang keberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Pangandaran, Hilman Saefullah, menjelaskan bahwa para jemaah berasal dari 10 kecamatan di wilayah Pangandaran. Kelompok jemaah tahun ini memiliki rentang usia yang cukup lebar, mulai dari peserta termuda berusia 23 tahun hingga jemaah tertua yang menginjak usia 88 tahun.
Baca Juga: Kisah Haru di SDN 2 Ciganjeng Pangandaran, Murid Cicipi Anggur Pertama Kali dari Hasil Kebun Sekolah
Penanganan Khusus Jemaah Lansia
Mengingat banyaknya jumlah jemaah lanjut usia (lansia), Kemenhaj Pangandaran telah menyiagakan petugas haji khusus untuk menangani berbagai kebutuhan selama di Arab Saudi. Hilman menegaskan bahwa para petugas tersebut telah menjalani Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) intensif selama 10 hari.
“Kami membekali petugas haji dengan pelatihan khusus agar mereka mampu melayani para jemaah dengan standar pelayanan terbaik,” ujar Hilman Saefullah, Rabu (1/4/2026).
Tagline Pelayanan Inklusif
Kemenhaj Pangandaran mengusung misi pelayanan optimal dengan tagline khusus, yaitu “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Komitmen ini menjadi prioritas utama mengingat tren jumlah jemaah lansia di Pangandaran terus meningkat dari tahun ke tahun.
Hilman mengakui tingginya jumlah jemaah lansia merupakan dampak langsung dari masa tunggu haji yang cukup panjang, yakni mencapai 26 tahun. Kondisi ini menuntut kesiapan fisik jemaah dan ketangguhan petugas di lapangan.
Meski menghadapi tantangan usia dan masa tunggu, pihak Kemenhaj tetap optimis para petugas mampu mengawal seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dengan sukses. Pemerintah berharap sinergi antara jemaah dan petugas dapat mewujudkan pelaksanaan ibadah yang lancar, aman, dan mabrur bagi seluruh warga Pangandaran.
(Sajidin)



