spot_imgspot_img
Selasa 31 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kenali Gejala Campak Sejak Dini, Dinkes Bandung Imbau Warga Segera Periksa Jika Demam

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mengenali gejala penyakit campak sedini mungkin. Langkah proaktif ini bertujuan mempercepat penanganan medis sekaligus memutus rantai penularan virus yang tengah menunjukkan peningkatan aktivitas, Selasa (31/3/2026).

Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, menjelaskan bahwa serangan campak umumnya bermula dari demam tinggi. Gejala ini kemudian berlanjut dengan munculnya ruam kemerahan pada permukaan kulit pasien.

Baca Juga: 69 Persen Kasus Campak di Bandung Menyerang Anak yang Belum Imunisasi

“Penyakit ini biasanya membawa gejala tambahan seperti batuk, pilek, hingga mata merah. Kami meminta warga segera mendatangi fasilitas kesehatan jika menemukan tanda-tanda tersebut pada anak atau anggota keluarga,” tegas Dadan.

Jangan Menunggu Ruam Kulit

Dadan mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan hingga ruam merah muncul secara merata. Menurutnya, tindakan medis yang lebih awal di puskesmas akan sangat membantu petugas dalam mengidentifikasi jenis infeksi dan memberikan pengobatan yang tepat secara cepat.

“Jika suhu tubuh anak mulai panas tinggi (demam), segeralah bawa ke puskesmas terdekat. Petugas medis akan langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh tanpa harus menunggu kondisi kulit berubah,” tambahnya.

Protokol Isolasi dan Ketahanan Virus

Guna mencegah penyebaran lebih luas, Dinkes mewajibkan pasien yang menunjukkan indikasi campak untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Dadan menekankan agar pihak keluarga tidak membawa pasien keluar rumah selama masa inkubasi dan penyembuhan tersebut.

Mengingat sifat penularannya melalui udara (airborne), penggunaan masker menjadi hal yang wajib bagi pasien dan pendamping. Dadan mengungkapkan fakta bahwa virus campak memiliki daya tahan yang cukup kuat, yakni mampu melayang dan bertahan di udara hingga dua jam setelah pasien meninggalkan ruangan.

Perkuat Daya Tahan Tubuh

Selain mengandalkan imunisasi sebagai benteng utama, Pihaknya juga mendorong masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Meningkatkan kualitas asupan nutrisi guna menjaga daya tahan tubuh menjadi faktor penting dalam menangkal infeksi virus.

“Upaya pencegahan ini membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemenuhan imunisasi, disiplin menggunakan masker, hingga konsistensi menjalankan pola hidup sehat di lingkungan keluarga,” pungkas Dadan.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru