BANDUNG, FOKUSJabar.id: Nama selebgram sekaligus kreator konten Ruce Nuenda menjadi perhatian publik setelah unggahan terkait kondisi kesehatannya memicu perdebatan di media sosial.
Ia di sorot karena tetap melakukan aktivitas di luar rumah meskipun mengaku sedang terinfeksi penyakit campak.
BACA JUGA:
Jangan Salah Kaprah, Ini Mitos vs Fakta Seputar Puasa
Perhatian warganet bermula dari tangkapan layar Instagram Story milik Ruce Nuenda yang beredar luas di berbagai platform digital.
Dalam unggahan tersebut, ia mengungkapkan, “Yang pada tanya kenapa, sebenernya aku kena campak gaesss 😭🤣.”
Meski demikian, dalam unggahan yang sama ia terlihat berada di luar rumah dan melakukan sejumlah aktivitas di ruang publik.
Kondisi tersebut kemudian memicu reaksi dari pengguna media sosial yang mempertanyakan keputusannya untuk tetap keluar rumah.
Sejumlah konten yang beredar memperlihatkan Ruce mendatangi fasilitas umum dan melakukan kegiatan olahraga.
Aktivitas tersebut menjadi sorotan karena di lakukan saat dirinya mengaku sedang mengalami penyakit menular.
Perbincangan mengenai hal ini pun cepat menyebar di media sosial setelah berbagai akun mengunggah ulang tangkapan layar tersebut. Kritik datang dari banyak warganet yang menilai tindakan tersebut berisiko bagi orang lain.
Beberapa komentar juga menyinggung potensi penularan penyakit di tempat umum.
Campak di ketahui dapat menyebar melalui udara dan mudah menular. Terutama ketika penderita berada di lingkungan dengan banyak orang.
BACA JUGA:
Apakah Masih Boleh Minum Setelah Imsak? Ini Hukum Makan dan Minum Setelah Imsak Menurut Fiqih
Menanggapi perhatian publik yang semakin luas, Ruce kemudian menyampaikan penjelasan melalui media sosialnya.
Ia menyebut, sebelumnya tidak mengetahui bahwa campak termasuk penyakit yang mudah menular.
Setelah memahami hal tersebut, ia mengaku segera menghentikan aktivitas di luar rumah dan memilih kembali ke tempat tinggalnya.
Penjelasan tersebut di sampaikan sebagai respons terhadap kritik yang muncul di media sosial.
Ruce juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Ia menyadari tindakannya menimbulkan kekhawatiran di tengah publik.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa dirinya telah memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas medis. Dari hasil pemeriksaan dokter, kondisinya di nyatakan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.
Dokter menyarankan agar ia menjalani masa pemulihan di rumah dengan beristirahat.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya membatasi aktivitas di luar rumah ketika mengalami penyakit menular guna mengurangi risiko penyebaran kepada orang lain.
(Jingga Sonjaya)


