TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya yang berlangsung di Hotel & Restoran Mandalawangi menemui titik buntu atau deadlock. Agenda pembentukan tim formatur untuk memilih ketua baru periode 2026-2030 ini terpaksa berhenti di tengah jalan akibat perbedaan persepsi antarpeserta rapat, Sabtu (18/4/2026).
Padahal, seremoni pembukaan yang dihadiri Bendahara Umum DPP PPP Imam Fauzan Uskara dan Ketua DPW PPP Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum tersebut sempat berjalan khidmat. Namun, suasana berubah tegang saat panitia internal menggelar rapat pleno tertutup untuk menggodok tim formatur bagi empat kandidat calon ketua, yakni Enjang Bilawani, Hilman Wiranata, Tedi Gunandi, dan Riko Restu Wijaya.
Baca Juga: Menang Aklamasi, Cecep Nurul Yakin Kembali Nakhodai PPP Kabupaten Tasikmalaya
Rapat Berlangsung Tensi Tinggi
Sejak mulai pukul 13.00 WIB, jalannya pleno terus diwarnai interupsi dan sanggahan terkait penafsiran Peraturan Organisasi (PO) soal hak suara. Tensi rapat yang meninggi memicu perdebatan keras di dalam ruangan hingga petugas keamanan terpaksa meminta salah satu peserta meninggalkan area sidang agar suasana tetap terkendali.
Kericuhan memuncak menjelang waktu Magrib ketika sejumlah peserta melayangkan keberatan atas kehadiran Bendum DPP PPP di ruang rapat. Situasi ini memaksa Imam Fauzan Uskara meninggalkan lokasi sebelum agenda pemilihan formatur tuntas. Hingga pukul 17.40 WIB, para peserta rapat tetap gagal mencapai mufakat.
DPW Ambil Alih Kendali
Menyikapi kemelut tersebut, Ketua DPW PPP Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum segera mengambil langkah darurat. Dengan pengawalan ketat satgas internal, Uu memasuki ruang sidang untuk memberikan solusi atas ketuntasan Muscab.
“Saya harus bersikap tegas demi kebersamaan dan kepentingan partai. Hari ini, kami mengambil alih agenda rapat pleno Muscab Ke-VI PPP Kota Tasikmalaya. Tentu untuk dilanjutkan ke tingkat DPW Jawa Barat,” tegas Uu.
Uu menjelaskan bahwa langkah strategis ini bertujuan untuk mempersatukan kembali para kader dan menghindari perpecahan. Ia memastikan pengambilalihan ini memiliki landasan hukum yang kuat sesuai dengan AD/ART partai, sehingga keputusan akhirnya tetap memiliki legitimasi.
Bantah Isu Perpecahan
Meski mengambil alih proses pemilihan, Uu membantah adanya isu keretakan di tubuh PPP Kota Tasikmalaya. Ia justru memandang dinamika yang terjadi sebagai bukti kecintaan para kader dalam membesarkan partai.
“Saya tegaskan, tidak ada perpecahan atau tekanan pihak luar. Situasi di sini tetap kondusif dan seluruh kader tetap solid. Kami yakin nanti akan lahir keputusan partai yang indah pada waktunya,” pungkas Uu.
Dengan keputusan ini, struktur kepengurusan baru PPP Kota Tasikmalaya akan diumumkan oleh DPW PPP Jawa Barat pada waktu yang belum ditentukan.
(Seda)



