TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Harapan masyarakat Priangan Timur untuk kembali menikmati layanan penerbangan dari Bandara Wiriadinata semakin mendekati kenyataan. Pemerintah Kota Tasikmalaya kini bergerak cepat menyiapkan langkah konkret agar aktivitas penerbangan kembali hidup.
Keseriusan itu terlihat dari kunjungan langsung jajaran Pemkot ke manajemen Citilink. Selain menjajaki peluang kerja sama dengan maskapai, Pemkot juga melakukan konsultasi intensif dengan Direktorat Jenderal Keuangan Kementerian Dalam Negeri guna memastikan skema pembiayaan berjalan realistis dan berkelanjutan.
Baca Juga: Menu MBG Berkutu di Rajapolah, Begini Kata Satgas MBG Tasikmalaya
Kepala Dinas KUKM Perindag Kota Tasikmalaya, Sofian Mutaqien, menjelaskan bahwa Citilink merespons positif rencana pembukaan kembali rute penerbangan Tasikmalaya. Namun, maskapai tersebut menawarkan dua opsi pola kerja sama.
Pertama, pola carter seperti yang pernah diterapkan pada masa Penjabat Wali Kota Cheka Virgowansyah. Dalam skema ini, pemerintah daerah menyewa penerbangan secara langsung sesuai kebutuhan.
Kedua, pola subsidi. Melalui mekanisme ini, Pemkot menyediakan dana deposit operasional untuk menutup selisih harga tiket agar tetap terjangkau oleh masyarakat. Sofian menyebut, untuk dua kali penerbangan dalam sepekan, kebutuhan anggaran subsidi diperkirakan mencapai sekitar Rp 200 juta.
“Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Musrenbang di PPIK,” katanya, Rabu (4/3/2026).
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Lebih jauh, upaya mengaktifkan kembali bandara tidak sekadar menyasar aspek transportasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Direktorat Jenderal Keuangan Kemendagri mendorong penyusunan kajian komprehensif terkait dampak ekonomi dan sektor pariwisata oleh Bapelitbangda.
Pemkot juga membuka peluang kolaborasi lintas daerah. Mengingat fungsi Bandara Wiriadinata sebagai pintu gerbang Priangan Timur, Sofian menilai pembiayaan subsidi idealnya dilakukan secara gotong royong bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, dan Kota Banjar agar beban anggaran lebih ringan.
Reaktivasi bandara berpotensi menghadirkan efek berganda bagi wilayah ini. Akses wisatawan menuju destinasi unggulan Priangan Timur akan semakin mudah. Pelaku usaha dapat memangkas waktu perjalanan menuju ibu kota. Selain itu, kemudahan akses udara berpeluang meningkatkan minat investor untuk menanamkan modalnya.
Saat ini, Pemkot menunggu hasil kajian detail serta kepastian alokasi anggaran dalam perubahan APBD. Jika sinergi antar kepala daerah terwujud, langit Tasikmalaya berpeluang kembali ramai dengan suara mesin pesawat dalam waktu dekat.
(Abdul)


