TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Aktivis eksponen 96 Dadi Abidarda mengaku menerima keluhan dari orangtua siswa salah satu SD Negeri di Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya terkait roti Makan Bergizi Gratis (MBG) kondisinya berjamur dan tidak layak untuk di konsumsi.
“Saya juga aneh, MBG kok di berikannya seminggu sekali. Apalagi roti MBG berjamur dan tidak layak untuk di konsumsi, bukan malah bergizi anak-anak kalau seperti begini,” ungkap Dadi Abidarda, Jumat (27/2/2026).
Menurut informasi, kata Dadi, bahwa MBG dengan roti yang berjamur dan tidak layak di konsumsi berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sukma Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga: Ratusan Dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya Belum Kantongi Izin PBG
“MBG yang di berikan ke siswa SD di Margalaksana di antaranya ada roti, pisang, jeruk apel, susu sekolah dan telur empat buah. Dan ini untuk satu minggu,” jelasnya.
Seharusnya, Dadi mengatakan, MBG yang tujuannya supaya anak-anak sekolah mendapat gizi yang baik, justru malah medapatkan makanan yang tidak sesuai bahkan tidak layak untuk di konsumsi.
“Maka kami berharap Satgas MBG turun tangan untuk mengawasi segala bentuk kegiatan dapur MBG. Sehingga yang di terima oleh KPM berupa makanan segar dan bernutrisi bukan jamuran,” ucapnya.
Satgas MBG Harus Serius Mengawasi
Selain itu, Dadi juga mempertanyakan terkait dasar SPPG dalam membagikan MBG kepada siswa-siswi kenapa seminggu satu kali.
“Yang menjadi pertanyaan kenapa tidak tiap hari MBG di berikan kepada siswa-siswi Sekolah, tapi ini malah seminggu sekali. Ini PR juga bagi Satgas MBG,” tegasnya.
Baca Juga: Berkas Dugaan Skandal Proyek PUPR Kota Tasikmalaya Diserahkan ke Kejati
Sekali lagi, Dadi menegaskan dengan terjadinya temuan roti MBG yang berjamur dan tidak layak di konsumsi. Maka, Satgas MBG harus benar-benar serius mengawasi keberlangsungan operasional SPPG.
“Satgas MBG tentunya harus menjalankan fungsinya, jangan kesannya justru menunggu keluh kesah dari masyarakat. Ulah tuk cing (di bentuk cicing-red),” pungkasnya.
Sementara, pengelola SPPG Dapur Sukma, Moch. Iqbal Aulia Akbar saat di konfirmasi melalui WhatAap terkait menu MBG khususnya roti yang berjamur dan tidak layak di konsumsi. Hingga berita ini publis belum memberikan keterangan.
(Nanang Yudi)


